TUGAS BAHASA INDONESIA

Nama   : IRMA LITA SARI .M

Nim     : D1A012092

Prodi   : Agroekoteknologi C

Fakultas : pertanian .

Soal dari linda suari

  1. Bagaimana cara budidaya kacang tanah yang baik ?
  2. Jelaskan cara untuk mengatasi hama penyakit pada kacang tanah?
  3. Apa manfaat dari kacang tanah ?
  4. Bagaimana cara anda untuk menentukan apakah kacang tanah tersebut sudah memasukki masa penen atau belom ?
  5. Sebutkan langkah-langkah untuk menanam kacang tanah ?

Jawaban :

1.   didalam budidaya kacang tanah harus dilakukan dengan :

Persyaratan Benih
Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e. Kadar air benih berkisar 9-12 %.

Penyiapan Benih
Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.

Pengolahan Media Tanam
a.Persiapan dan Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.

b.Pembentukan Bedengan
Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.

c.Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 – 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.

d. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah terjadinya serangan jamur berikan Natural GLIO. Pengembangbiakan Natural GLIO dengan cara: 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik) . Pemberian Natural GLIO pada sore hari.

e.Pemberian Pupuk Makro dan SUPER NASA
Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah:
a. Pupuk kandang 2 – 4 ton/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
b. Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat.
c. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol (500-1000 cc) diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10-20 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.

Adapun cara penggunaan SUPER NASA sbb :
alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram + 10 meter bedengan.

Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam. Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm.

Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.

2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.

3. Perendaman Benih dengan POC NASA
Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.

4. Cara Penanaman
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).

Pemeliharaan Tanaman

1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).

2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.
3. Pemberian POC NASA dan HORMONIK
Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

4. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.

5. Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

2. cara mengatasai hama dan penyakit dilakukan dengan cara :

Umumnya, petani menanggulangi hama kacang tanah dengan mengandalkan insektisida yang diaplikasikan dengan cara yang sering kurang sesuai dengan kaidah-kaidah cara pengendalian yang bijaksana, seperti frekuensi yang terlalu tinggi, dosis insektisida yang kurang optimal, atau penggunaan volume semprot yang kurang dari semestinya. Penanggulangan hama dengan cara demikian itu sebenarnya bertentangan dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

PHT merupakan konsep sekaligus strategi penanggulangan hama dengan pendekatan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan yang terlanjutkan. lni berarti bahwa pengendalian hama harus terkait dengan pengelolaan ekosistem secara keseluruhan. Pengelolaan ekosistem dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh sehat sehingga memiliki ketahanan ekologis yang tinggi terhadap hama. Untuk itu, petani harus melakukan pemantauan lapang secara rutin. Dengan demikian, perkembangan populasi dan faktor-faktor penghambat lainnya dapat diatasi/diantisipasi dan faktor-faktor pendukung dapat dikembangkan. Apabila dengan pengelolaan ekosistem tersebut masih terjadi peningkatan populasi dan serangan hama, langkah selanjutnya adalah tindakan pengendalian.

Sasaran PHT adalah:

1) produktivitas pertanian mantap tinggi.

2) penghasilan dan kesejahteraan petani meningkat.

3) populasi hama dan kerusakan tanaman karena serangannya tetap berada     pada tingkatan yang secara ekonomis tidak merugikan.

4) pengurangan resiko pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida. Strategi PHT adalah memadukan secara kompatibel semua taktik atau metode pengendalian hama.

Taktik PHT, terutama adalah:

1. Pemanfaatan proses pengendalian alami dengan mengurangi tindakan-tindakan yang dapat merugikan atau mematikan perkembangan musuh alami.

2. Pengelolaan ekosistem melalui usaha bercocok tanam, yang bertujuan untuk membuat lingkungan tanaman menjadi kurang sesuai bagi perikehidupan hama serta mendorong berfungsinya agensia pengendali hayati.

Beberapa teknik bercocok tanam, antara lain:

a) penanaman varietas tahan.

b) penanaman benih sehat.

c) pergiliran tanaman dan pergiliran varietas.

d) sanitasi

e) penetapan masa tanam,

f) tanam serempak dan pengaturan saat tanam.

g) penanaman tanaman perangkap/penolak

h) pengaturan jarak tanam

i) penanaman tumpang sari.

j) pengelolaan tanah dan air, dan

k) pemupukan berimbang sesuai dengan kebutuhan setempat.

3. Pengendalian fisik dan mekanis yang bertujuan untuk mengurangi populasi hama, mengganggu aktivitas fisiologis hama yang normal, serta mengubah lingkungan fisik menjadi kurang sesuai bagi kehidupan dan perkembangan hama.

4. Penggunaan pestisida secara selektif untuk mengembalikan populasi hama pada tingkat keseimbangannya. Selektivitas pestisida didasarkan atas sifat fiosiologis, ekologis, dan cara aplikasi. Penggunaan pestisida diputuskan setelah dilakukan analisis ekosistem terhadap hasil pengamatan dan ketetapan tentang ambang kendali. Pestisida yang dipilih harus yang efektif dan telah diizinkan.

3.  manfaat kacang tanah adalah:

salah satu komoditi palawija yang bernilai ekonomi tinggi, karena dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat terutama kebutuhan protein dan lemak nabati. Kacang tanah dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, antara lain sebagai bahan sayur, saus dan digoreng atau direbus.

Sebagai bahan industry dapat dibuat keju, mentega, sabun dan minyak. Daun kacang

tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk hijau.

4. cara untuk menentukan kacang tanah dalam pasca panen yaitu :

.P A N E N
Penentuan saat panen yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan sebagai kriteria penentuan saat panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

Sebagian besar daun menguning dan gugur ( rontok ).
Tanaman berumur 85 -110 hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian besar polongnya ( 80 % ) telah tua. “
Kulit polong cukup keras dan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
Kulit biji tipis dan mengkilap.
Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati agar polongnya tidak tertinggal dalam tanah.

PASCA PANEN
Kegiatan pokok pasca panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

a. Setelah dipanen brangkasan Kacang Tanah dipotong lebih kurang 10 cm kemudian dibersihkan.
b. Pemipilan
Pipil polong Kacang Tanah dari batangnya dengan tangan.
c. Pengeringan
Tebarkan polong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari sampai kering (Kadar air 9% – 12%).
d.Penyimpanan.

1) Penyimpanan dalam bentuk polong keringMasukkan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat, lalu simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.
2) Penyimpanan dalam bentuk biji keringKupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukkan ke dalam wadah tertutup untuk disimpan atau dijual.

5.langkah-langkah menanam kacang tanah yaitu :

Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.
2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.
3. Perendaman Benih dengan POC NASA
Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.
4. Cara Penanaman
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).

Pemeliharaan Tanaman
1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).
2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.
3. Pemberian POC NASA dan HORMONIK
Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

.Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.

Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

PANEN DAN PASCAPANEN

2.1. Umur Panen Kacang Tanah Waktu panen dapat ditentukan berdasarkan pertimbangan umur tanaman, tingkat kemasakan fisiologis dan kondisi cuaca. Penentuan waktu panen disesuaikan pula dengan jenis atau varietas yang ditanam. Kacang tanah yang sudah siap panen, daunnya mulai menguning dan rontok. Panen kacang tanah dilakukan bila minimal 75% polong telah tua. Umur tanaman pada saat polong tua bergantung pada varietasnya. Varietas unggul nasional umumnya berumur sekitar 100 hari, sedang varietas local dapat dipanen pada umur sekitar 90 hari (Sumarno, 1986). Untuk dijadikan benih, kacang tanah dipanen saat berumur ± 110 hari dan sebagian besar ± 80% polongnya telah tua. Penangguhan panen akan mengakibatkan biji berkecamabah atau polong mudah terlepas bila dicabut, sebalikanya jika panen terlalu awal akan diperoleh polong dengan biji muda, sehingga akan keriput bila dikeringkan. Pembumbunan tanaman pada stadia berbunga akan mengakibatkan banyak polong muda pada saat panen. Demikian pula penyulaman, akan mengakibatkan banyak tanaman berpolong muda pada waktu panen. Pengeringan petakan pada saat menjelang polong tua dapat membuat pematangan polong lebih seragam serta mutu biji lebih bagus. Hujan terus menerus atau lingkungan yang lembab pada stadia pematangan polong mengakibatkan kematangan polong tidak seragam (Sumarno, 1986).

2.2. Warna Polong Tua Kacang Tanah Panen kacang tanah untuk konsumsi dilakukan bila minimal 75% polong telah tua. Tanda-tanda polong telah tua adalah : • Kulit polong agak keras • Warna polong kecoklat-coklatan • Polong berisi penuh, tetapi bijinya tidak terlau keras • Kulit ari biji tipis dan mudah terkelupas • Kadar air biji telah menurun menjadi kurang dari 25%. Panen kacang tanah untuk benih dilakukan bila minimal 80% polong telah tua yaitu : • Warna polong coklat kehitam-hitaman • Kulit biji tipis dan mengkilat • Rongga polong telah berisi penuh dengan biji. • Kulit polong cukup keras

2.3Cara-cara Panen Kacang Tanah Alat-alat yang diperlukan seperti wadah, lantai jemur, penampi, alat penyimpan dll, hendaknya dipersiapkan terlebih dahulu sebelum panen dilakukan. Semua wadah atau alat yang digunakan harus bersih dari kotoran, hama dan penyakit, sisa-sisa tanaman. (Direktorat Perbenihan, 2002). Panen kacang tanah umumnya dilakukan secara manual yaitu dengan mencabut tanaman. Pencabutan dilakukan secara hati-hati agar tidak banyak polong yang tertinggal. Kehilangan hasil karena tertinggalnya polong dalam tanah dapat mencapai 25% (Sumarno, 1986). Untuk mengatasi terbuangnya hasil panenan akibat pencabutan, sebaiknya sebelum dilakukan pencabutan, tanah yang kering diairi terlebih dahulu agar menjadi lunak (Budi Santoso, 1998). Cara panen tersebut meskipun memerlukan banyak tenaga dan waktu, namun mampu menghasilkan mutu biji yang lebih baik karena dapat terhindar dari kerusakan mekanis (Lisdiana Fachruddin, 2000). Pertanaman kacang tanah pada tanah yang gembur akan memudahkan dalam pemanenan. Pembuatan bedengan juga dapat mempermudah panen karena tanah akan tetap gembur. Panen yang dilakukan dengan pencabutan batang demi batang, maka panenan akan berupa brangkasan yang terdiri atas polong, akar, batang, dan daun. Produk utama kacang tanah adalah polongnya, sedangkan sisa-sisa lainnya dapat dijadikan pakan ternak atau dibuat pupuk kompos. Panen kacang tanah dengan mesin dilakukan 2 tahap. Tahap pertama adalah mencabut tanaman dan membalikkannya, sehingga dari tanaman yang telah dicabut, polong-polongnya terletak di atas. Tujuan membalikkan tanaman ini adalah agar polong menjadi kering. Tahap kedua adalah pemipilan polong bila biji telah cukup kering dengan kadar air 9-10%, oleh mesin combine. Biji yang keluar dari mesin combine telah bersih dari kotoran. Pemanenan kacang tanah dengan mesin yang demikian, banyak dilakukan oleh kacang tanah di Amerika Serikat dan Australia (Sumarno, 1986). MEKANIS Mesin panen kacang tanah Pada mesin pemanen kacang tanah misalnya, pemanenan dilaksanakan dalam 2 tingkat.Pemanenan tingkat pertama adalah memanen seluruh tanaman kacang tanah bersama polongnya diangkat dengan menggunakan beberapa disc coulter. TRADISIONAL Pacul (Cangkul) adalah salah satu alat pertanian tradisional yang pokok. Fungsinya untuk mencangkul tanah, sehingga posisi tanah yang semula dibawah menjadi di atas, atau membalik tanah. Pada umumnya, kondisi tanah sehabis digunakan dari awal tanam hingga masa panen tidak subur lagi. Tanahnya menjadi keras, kering dan kehabisan O2. agar tanah menjadi subur lagi dan siap ditanam kembali, tanah harus diolah. Mengolahnya dengan cara dicangkul, dibalik agar tanah mendapatkan O2, digemburkan dicampur dengan rabuk alami, sehingga siap ditanami tanaman baru sesuai dengan musimnya.

2.4. Perontokan dan Pembersihan Kacang Tanah Perontokan dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau dengan menggunakan perontok tipe pedal. Namun, benih dari polong yang dirontokkan dengan perontok tipe pedal, daya tumbuhnya berkurang dari 82,2% menajdi 76,3%. Oleh karena itu, sebaiknya perontok tipe pedal hanya digunakan untuk merontokkan polong konsumsi. (Lisdiana Fachruddin, 2000). Perontokan buah kacang dari batangnya dapat dilakukan diladang atau ditempat yang teduh tidak jauh dari ladang dengan demikian pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih teliti, buah yang benar-benar penuh berisi sekaligus dapat dipisahkan dari buah yang kurang berisi dan belum berisi. Perontokan sebaiknya dilakukan dengan tangan tanpa atau menggunakan pisau sehingga dapat tercegah dari kerusakan-kerusakan. Cara yang buruk yang sampai sekarang masih sering dilakukan yaitu dengan cara membanting atau memukul-mukulkannya pada balok kayu. (Kartasapoetra, 1994). Untuk mendapatkan polong yang bersih, polong hendaknya dicuci dengan air sehingga warnanya menjadi cerah. Polong dimasukkan dalam bakul dan kemudian dimasukkan dalam bak air. Dengan cara ini, polong sekaligus dapat dicuci dan ditiriskan. (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Pada umumnya ada dua tipe mesin untuk memisahkan kacang tanah dari batangya. Mesin tersebut diklasifikasikan menurut tipe gigi yang digunakan pada silinder dan dinamakan perontok (thresher) dan pemetik (picker). Perontok memiliki gigi lurus biasa serupa dengan yang digunakan pada perontok padi-padian, kecuali jika gigi-gigi tersebut lebih berjauhan pada batang silinder dan batang cekung. Pemetik mempunyai gigi pegas baik pada batang silinder maupun batang cekung. Mesin Pengupas Kulit kacang tanah ini berfungsi mengupas kulit kacang tanah. Kacang harus dikeringkan dengan dijemur terlebih dahulu sebelum diproses dengan mesin ini

2.5. Pengeringan Kacang Tanah Pengeringan dapat dilakukan dengan 2  Pengeringan secara alami Pengeringan secara alami dapatØcara yaitu:  dilkuakn dengan bantuan sinar matahari, yang biasanya dilakukan pada musim kemarau. Pengeringan dapat dilakukan di atas lantai semen atau diatas tanah dengan terlebih dahulu diberi pengalas lembaran anyaman bambu atau plastic, yang posisinya memungkinkan untuk mendapatkan banyak panas sinar matahari. Pada umumnya pengeringan dilakukan 7-10 hari, dengan melakukan pembalikan secara teratur agar keringnya dapat merata. Pengeringan hingga kadar kurang dari 9% dilakukan untuk mencegah Økontaminasi jamur Aspergillus flavus. (Lisdiana Fachruddin, 2000).  Pengeringan secara mekanis Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan Batch Dryer, dalam hal ini temperature yang dipakai sekitar 35-45 oC dan kelembaban udara pengering sekitar 55%, bila temperatur pengering terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan (rapuh, mudah pecah, kulit biji mudah mengelupas pada waktu perontokan dan lain-lain) (Kartasapoetra, 1994). Pengeringan polong dilakukan hingga beratnya konstan. Berat yang konstan menandakan tingkat kadar air kesetimbangan telah tercapai. Untuk benih pengeringan dilakukan sampai memperoleh kadar air 10-11% (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). BATCH DRYER Peralatan unson Batch Rotary adalah sangat efektif untuk pengeringan, pendinginan atau melembabkan bahan padat massal, independen atau dalam kombinasi dengan, operasi pencampuran. Mesin rotary dapat dikonfigurasi untuk “langsung” pendinginan pengeringan, atau pelembab, atau “tidak langsung” pengeringan atau pendinginan. Langsung pengering, pendingin dan pelembab dilengkapi dengan parasut asupan bahan dikonfigurasi dengan port untuk tujuan memperkenalkan panas, udara dingin atau lembab langsung ke batch. Parasut itu digeser keluar dari mesin, yang memungkinkan akses tak terbatas ke bagian dalam kapal untuk cepat, Washdown menyeluruh.

2.6. Sortasi Kacang Tanah Setelah kering, polong kacang tanah dibersihkan dari tanah dan kotoran lainnya, kemudian dilakukan sortasi. Tujuan sortasi adalah memisahkan polong-polong tua berisi dari polong yang kurang berisi atau sakit (Budi Santoso, 1998). Pemilahan dengan tangan dilakukan menggunakan alat tapi. Dalam memilih polong kacang tanah tidak dapat didasarkan pada jumlah biji dalam polong karena polong kacang tanah ada yang berbiji satu, dua atau tiga. Artinya varietas tertentu tidak selalu seragam jumlah bijinya (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Rendemen polong menjadi biji bergantung pada beberapa hal, antara lain varietas, tingkat kekeringan, kualitas polong, ketuaan polong dan kesehatan polong (ada tidaknya hama penyakit pada pertanaman). Polong bernas mempunyai rendemen sekitar 75%, tetapi polong yang tidak bernas rendemennya hanya sekitar 40% (Sumarno, 1986). Cara membedakan satu varietas dengan varietas lain pada polong kacang tanah adalah dengan mengamati ukuran, bentuk dan urat atau anyaman pada kulit polong (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Pada benih untuk memilah polong yang bernas dan polong yang tidak bernas, dapat digunakan alat specific gravity separator. Dengan alat tersebut, benih-benih tidak bernas akan dilempar ke tempat yang berbeda (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Untuk memperoleh benih kacang tanah bersertifikat harus melalui proses pengujian di laboratorium pengujian mutu benih. Fungsi dan Keunggulan: 1. Memisahkan biji kacang tanah berdasarkan ukuran diameter (8,7, 6 dan dibawah 6 mm). 2. Mampu melakukan pemisahan biji kacang dalam 4 grade dengan efisiensi 85%. 3. Mudah dioperasikan, ringan dan mudah dipindahkan

2.7. Penyimpanan Kacang Tanah Penyimpanan kacang tanah dapat berupa polong atau biji. Penyimpana polong kacang tanah biasanya dilakukan untuk menyimpan biji atau untuk menunggu waktu penjualan yang tepat. Polong kacang tanah yang sudah cukup kering dengan kadar air < 9 %, dapat dimasukkan ke dalam karung goni dan disimpan dalam ruang yang sejuk dan kering dengan suhu 27 oC, kelembaban nisbi 70 % (Lisdiana Fachruddin, 2000). Diusahakan agar tidak terjadi kontak langsung dengan dinding dan lantai. Kadar air dalam biji kacang menunjukkan banyaknya air yang terkandung dalam biji. Kadar air kacang tanah dapat dipengaruhi oleh kelembaban ruangan tempat menyimpan biji kacang tersebut. Penyimpanan dalam bentuk biji lebih awet kering dibandingkan dalam bentuk polong. Umumnya kelembaban udara gudang di Indonesia adalah antara 80-90%, sehingga kadar air biji kacang akan berkisar antara 10-15%, atau sekitar 15-21% bila disimpan dalam bentuk polong. Kerugian menyimpan dalam bentuk biji adalah mudah diserang hama gudang. (Sumarno, 1986). Dalam skala besar penyimpanan dapat dilakukan dengan sistem curah atau menggunakan bak. Cara lain yang lebih efektif adalah dengan pemberian 15% gas CO2 ke dalam drum tertutup yang berisi biji kacang tanah yang berkadar air 6,7-9,6%. Dengan cara penyimpana tersebut, biji kacang tanah dapat bertahan selama 6 bulan (Lisdiana Fachruddin, 2000). Benih kacang tanah lebih baik disimpan dalam bentuk polong, agar daya tumbuh tidak cepat menurun. Kadar air yang aman untuk penyimpanan benih dalam bentuk polong yaitu 10-11% (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Polong dengan biji yang telah kering dimasukkan dalam karung, dan disimpan dalam ruang yang kering. Karung berisi benih jangan ditumpuk langsung di atas lantai, melainkan diberi alas papan. Penyimpanan benih untuk 2-3 bulan dapat dilakukan dalam bentuk biji kering yang disimpan dalam kaleng-kaleng yang tertutup rapat. Benih kacang tanah dalam polong dapat disimpan dengan daya tumbuh tetap baik selama 8 bulan. Bila ruangan penyimpanan bersuhu rendah (10-18 oC) dapat bertahan hingga 12 bulan. (Sumarno, 1986)

Hama dan Penyakit Kacang Tanah

1) Penyakit Layu. Penyakit Layu disebabkan oleh bakteri Xanthomonas Solanacearum. Pada siang hari waktu sinar matahari terik tanaman sekonyong-konyong terkulai seperti disimm air panas, tanaman langsung mati. Cara pengendalian dengan pergiliran tanaman.
2) Penyakit Bercak Daun Penyakit Bercak daun disebabkan oleh cendawan Cercospora personata. Bercak yang ditimbulkan pada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah bawah daun hitam. Ditengah bercak daun kadang-kadang terdapat bintik hitam dari Conidiospora. Cendawan ini timbul pada tanaman umur 40 -50 hari hingga 70 hari. Cendawan ini dapat dikendalikan dengan Anthmcol atau Daconil.
3) Penyakit Selerotium. Penyakit ini disebabkan oleh Selerotium rolfsii, merusak tanaman pada waktu cuaca lembab. Cendawan menyerang pada pangkal batang, bagian dari tanaman yang lunak, menimbulkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserang akan layu dan mati.

Pengendalian : dengan memperbaiki pengairan, agar air pengairan dapat mengalir.

4) Penyakit Karat. Penyakit ini disebabkan oleh Uromyces arachidae, menyerang tanaman yang masih muda menyebabkan daun berbintik-bintik coklat daun menjadi mongering. Pengendaliannya dengan menanam varitas yang tahan.
5) Hama Empoasca. Hama yang penting bagi tanaman kacang tanah adalah hama Empoasca. Hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan Azodrin, Karphos atau lnsektisida yang tersedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: