syarat -syarat pidato yang baik

Tugas bahasa indonesia ke 8

Syarat-syarat pidato yang baik dan benar

Pidato adalah kegiatan berbicara satu arah di depan umum untuk menyampaikan pikiran atau gagasan atau gambaran kepada pendengar yang disampaikan dalam situasi formal ataupun non formal melalui rangkaian kata yang tersusun sistematis dengan bahasa lisan sebagai media utama yang bertujuan memberi pamahaman atau informasi dengan rasa percaya diri untuk mempengaruhi pendengar agar mengikuti ajakan pembicara secara sukarela.

Ciri-ciri  Pidato yang Baik
Ada sembilan hal yang mencirikan suatu pidato yang baik yakni, saklik, jelas, hidup, memiliki tujuan yang jelas,bergaya klimaks, dibatasi, mengejutkan, memiliki pengulangan dan mengandung humor.
1.Pidato yang Saklik
Pidato itu saklik apabila memiliki objektivitas dan unsur-unsur yang mengandung kebenaran. Saklik juga berarti bahwa ada hubungan yang serasi antara isi pidato dan formulasinya, sehingga indah kedengarannya, tetapi bukan berarti dihiasi dengan gaya bahasa yang berlebih-lebihan. Akhirnya saklik juga berarti ada hubungan yang jelas antara pembeberan masalah dengan fakta dan pendapat atau penilaian pribadi.
2.Pidato yang Jelas
Ketentuan sejak zaman kuno menyatakan bahwa pembicaraan harus mengungkapkan pikirannya sedemikian rupa, sehingga tidak hanya sedapat mungkin isinya dapat dimengerti. Oleh karena itu pembicara harus memilih ungkapan dan susunan kalimat yang tepat dan jelas untuk menghindari salah pengertian.
3.Pidato yang Hidup
Sebuah pidato yang baik harus hidup. Untuk menghidupkan pidato dapat dipergunakan gambar, cerita pendek atau kejadian-kejadian. Yang relevan sehingga memancing perhatian pendengar. Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawali dengan ilustrasi, sesudah itu ditampilkan pengertian-pengertian abstrak atau definisi.
4.Pidato yang Memiliki Tujuan
Setiap pidato harus memiliki tujuan, yaitu apa yang mau dicapai. Tujuan ini harus dirumuskan dala satu dua pikiran pokok. Dalam membawakan pidato, tujuan ini hendaknya sering diulang dalam rumusan yang berbeda, supaya pendengar tidak kehilangan benang merah selama mendengarkan pidato. Kalimat-kalimat yang merupakan tujuan dan kalimat pada bagian penutup pidato harus dirumuskan secara singkat, jelas tapi padat. Dalam satu pidato tidak boleh disodorkan terlalu banyak tujuan dan pikiran pokok; lebih baik disodorkan satu pikiran dan tujuan yang jelas sehingga mudah diingat, daripada sepuluh pikiran yang  tidak jelas sehingga mudah dilupakan.
5.Pidato yang Memiliki Klimaks
Suatu pidato yang hanya membeberkan kejadian demi kejadian atau kenyataan demi kenyataan, akan sangat membosankan. Oleh karena itu sebaiknya kenyataan atau kejadian-kejadian itu dikemukakan dalam gaya bahasa klimaks. Berusahalah menciptakan titik-titik puncak dalam pidato untuk memperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar. Selama masa persiapan, titik-titik puncak harus dirumuskan sebaik dan sejelas mungkin.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa klimaks itu harus muncul secara organis dari dalam pidato itu sendiri dan bukan karena mengaharapkan tepukan tangan yang riuh dari para pendengar. Klimaks yang dirumuskan dan ditampilkan secara tepat akan memberikan  bobot kepada pidato. Usahakan supaya ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar diciptakan di antara pembukaan dan penutup pidato.
6.Pidato yang Memiliki Pengulangan
Pengulangan atau redundans itu penting,karena dapat memperkuat isi pidato dan memperjelas pengertian pendengar. Pengulangan itu juga menyebabkan pokok-pokok pidato itu segera dilupakan. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara baik akan memberi efek  yang besar dalam ingatan para pendengar. Tetapi perlu diperhatikan bahwa yang dimaksudkan terutama adalah pengulangan isi pesan dan bukan rumusan. Ini berarti isi dan arti tetap sama, akan tetapi dirumuskan dengan mempergunakan bahasa yang berbeda. Masalahnya tetap sama, hanya diberi  pakaian yang baru dan menarik.
7.Pidato yang Berisi Hal-hal yang Mengejutkan
Sesuatu itu mengejutkan karena itu mungkin belum pernah ada dan terjadi sebelumnya atau karena meskipun masalahnya biasa dan terkenal, tetapi ditempatkan di dalam konteks atau relasi yang baru dan menarik. Memunculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan yang baru dan menarik antara kenyataan-kenyataan yang dalam situasi biasa tidak dapat dilihat.Hal-hal yang mengejutkan itu dapat menimbulkan ketegangan yang menarik dan rasa ingin tahu yang besar, tetapi tidak dimaksudkan sebagai sensasi.
8.Pidato yang Dibatasi
Orang tidak boleh membeberkan segala soal atau masalah dalam satu pidato.Oleh karena itu pidato harus dibatasi pada satu atau dua soal yang tertentu saja. Pidato yang isinya terlalu luas akan menjadi dangkal.
9.Pidato yang Mengandung Humor
Humor dalam pidato itu perlu, hanya saja tidak boleh terlalu banyak, sehingga memberi kesan bahwa pembicaraan tidak bersungguh-sungguh. Humor itu dapat menghidupkan pidato dan memberi kesan yang tak terlupakan pada para pendengar. Humor dapat juga menyegarkan pikiran pendengar, sehingga mencurahkan perhatian yang lebih besar kepada pidato selanjutnya.
Syarat pidato yang baik  meliputi :
• Adanya pokok masalah (isi) yang akan diuraikan yang harus dikuasai.
• Memiliki kecakapan untuk menyampaikan isi tersebut
• Uraian mengandung pengetahuan
• Ada tujuan yang ingin dicapai
• Antara si pembaca, topik, dan pendengar terjalin hubungan yang harmonis.

Inilah lima poin yang dapat membantu memudahkan anda menyusun sebuah pidato yang berkualitas.

Sedangkan syarat-syarat berpidato yang baik adalah sebagai berikut  :

1. Berbusana yang sopan dengan melihat situasi, macam latar belakang pendengarnya, acara yang akan disuguhkan panitia.

2. Pergunakan bahasa yang sopan dan komunikatif sesuai dengan tingkat bahasa pendengarnya. Pergunakan bahsa baku jika berpidao dalam forum resmi, misalnya : seminar, rapat, sidang dsb.

3. Materi pidato harus sesuai dengan yang diinginkan pndengar. Jangan menggunakan materi yang justru bertentangan dengan kemauan, adat, norma, agama atau tatanan yang dianut oleh masyarakat pendengar.

4. Penampilan harus dengan rasa percaya diri, tidak minder rendah diri, takut, bingung atau grogi. Jangan memfonis pendengar dengan memaksakan pendapat atau kehendak.

 

KOMENTAR UNTUK YANG TAMPIL BERPIDATO

 

 

1. M. Nur Fitriyanto

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Yanto sesui dengan kerangka karangan namun belum memenuhi syarat pidato yang baik karena pidato yang  di sampaikan cenderung monoton dan kurang  menarik perhatian karena tidak ada humor ataupun interaksi  juga kurang, pembawaanya cukup, materi yang diberikan bagus dan meyakinkan, suaranya lantang,dan menggunakan bahasa yang sopan, EYD yang baik.

2. Rahman Mulyadi

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Rahman, sesuai dengan kerangka pidato, penampilannya bagus, cara penyampaian santai, dan menguasai suasana,terlihat percaya diri, menggunakan bahasa yang sopan dan EYD yang baik , percaya diri.

3. Andreas Damanik.

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Andreas bagus, menguasai materi, penampilan menarik, materi yang disampaikan bagus, sesuai dengan kerangka pidato, intonasi yang digunakan tepat, selain itu menggunakan EYD yang baik dan bahasa yang sopan sehingga mudah di mengerti.

 

4. Zulpa Khoriyah

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Zulpa bagus, materinya bagus, sesuai dengan kerangka pidato, suaranya pas, penampilan menarik menggunakan bahasa yang sopan dan EYD yang baik, sangat menguasai materi,,dan ada sedikit humor  dan percaya diri tidak grogi.

5. Agus Supriyanto.

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Agus sesuai dengan kerangka pidato, padat, penjelasannya bagus,namun masih kurang menguasai materi dan terlihat masih banyak membaca. Dan menggunakan EYD yang baik dan  bahasa yang sopan.

6. Joni

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Joni sesuai dengan kerangka pidato, materinya padat, pembawaanya santai, menguasai suasana , menggunakan EYD dengan baik dan bahasa yang sopan, penyampaian pidatonya masih kurang.

7. Yudi Aditya

Komentar  :

Disini saya masih belum bisa berkomentar karena pidato yang di sampaikan oleh yudi belum selesai yang di sampaikan karena terlihat bahwa yudi masih belum menguasai materi dan masih banyak membaca sehingga tidak dapat fokus dan sulit untuk menangkap materi yang di sampaikan.Dalam pembaanya santai dan dengan bahasa yang sopan namun kurang semangat.

8. Titus nova halhandaka

Komentar  :

Pidato yang di bawakan oleh titus memenuhi syarat kerangka pidato yang baik,cara penyampaian sopan ,menggunakan bahasa sesuai dengan EYD terlihat  grogi sehingga sedikit mengganggu.

9. Septi Mustika.

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Septi  sesuai dengan kerangka pidato dan sebenarnya materi yang di berikan bagus namun materi yang di sampaikan terlalu panjang humor tidak menarik perhatian sehingga kurang mendapatkan perhatian,terlihat grogi dalam penyampaian pidato .Dalam penyampaian pidato ini menggunakan bahasa yang sopan dan sesui EYD.

 

 

 

 

 

 

pidato pertanian organik

Selamat Pagi

Ibu dan teman- teman yang saya hormati. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat. Saudara-saudara  disini saya akan berpidato tentang  Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah.

Setiap orang berkepentingan terhadap tanah. Tanah sebagai sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai macam aktivitas guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Tanah sebagai sumberdaya yang digunakan untuk keperluan pertanian dapat bersifat sebagai sumberdaya yang dapat pulih (reversible) dan dapat pula sebagai sumber daya yang dapat habis. Dalam usaha pertanian tanah mempunyai fungsi utama sebagai sumber penggunaan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, dan sebagai tempat tumbuh dan berpegangnya akar serta tempat penyimpan air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup tumbuhan.

 

Pada awal budidaya pertanian, hara yang diperlukan untuk produksi tanaman hanya mengandalkan sumber alami dari tanah, baik yang bersumber dari bahan organik dan dari bahan mineral tanah, tanpa adanya pasokan hara dari luar. Petani peladang berpindah memilih tanah sebagai tempat usahanya hanya mendasarkan pada tebal tipisnya lapisan humus dan ketersediaan airnya saja. Setelah hara setempat habis atau produktivitasnya menurun, mereka pergi meninggalkan tempat usahanya untuk mencari lahan yang baru yang mempunyai lapisan humus tebal yang relatif lebih produktif, sehingga akan memberikan harapan terhadap ketersediaan hara untuk budidaya pertanian berikutnya.

 

Bahan orgnik berpengaruh terhadap pasokan hara tanah juga tidak kalah pentingnya terhadap sifat fisik, biologi dan kimia tanah lainnya. Syarat tanah sebagai media tumbuh dibutuhkan kondisi fisik dan kimia yang baik. Keadaan fisik tanah yang baik apabila dapat menjamin pertumbuhan akar tanaman dan mampu sebagai tempat aerasi dan lengas tanah, yang semuanya berkaitan dengan peran bahan organik. Peran bahan organik yang paling besar terhadap sifat fisik tanah meliputi : struktur, konsistensi, porositas, daya mengikat air, dan yang tidak kalah penting adalah peningkatan ketahanan terhadap erosi.

Oleh karena itu saudara-saudara  sekalian  bahwa peranan bahan organik sangat besar dalam meningkatkan kesuburan tanah, dan akan menentukan produktivitas tanah. Peranan bahan organik tidak hanya berperan dalam penyediaan hara tanaman saja, namun yang jauh lebih penting terhadap perbaikan sifat fisik, biologi dan sifat kimia tanah.

 

Demikianlah pidato dari Saya berharap pidato saya kali ini dapat menjadikan  insan yang lebih baik dan lebih kreatif. Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian hadirin-hadirin dan saya juga minta maaf apabila ada kata yang kurang berkenan.

 

 

Selamat pagi

Tugas Bahasa indonesia

Nama        : IRMA LITA SARI.M

Nim          : D1A012092

Prodi        : Agroekoteknologi C

Fakultas     : Pertanian

Soal dari Wendy Sembiring

1.apa manfaat dari buah nanas ?

Jawab:  manfaat  buah nanas berkhasiat yaitu :

kulit yang berfungsi untuk membersihkan batu marmer.  Daun  nanas berfungsi sebagai piretik (penurun panas). Buah nanas adalah Vitamin C yang cukup tinggi atau sekitar 12 mg dalam 78 gr nanas.apabila terasa asam buah nanas tidak berbahaya bagi penderita maag . kandungan phitochemicalnya dapat menurunkan PH tinggi hingga dapat mengontrol asam lambung.

  •     dapat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan,
  •     membantu pencernaan Makanan di lambung,
  •     anti radang,
  •     peluruh kencing (diuretik),
  •     membersihkan jaringan kulit yang mati,
  •     mengganggu pertumbuhan sel kanker,
  •     menghambat penggumpalan trombosit.

2.bagaimana cara menanam buah nanas ?

Jawab : Cara Penanaman

Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Langkah-langkah yang dilakukan:

(1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih.

(2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam.

(3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah.

(4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah.

(5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk.

3.bagaimana cara menentukan topik dalam presentasi ?

Jawab : Topik merupakan suatu pokok dari sebuah pembicaraan atau sesuatu yang akan menjadi landasan dalam penulisan sebuah artikel atau makalah. Syarat sebuah topik :

a.  Topik yang dipilih harus menarik perhatian.

b. Dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

c. Topik yang dipilih harus mempunyai sumber acuan yang jelas atau real.

4.sebutkan ciri-ciri dari buah nanas siap di panen ?

Jawab : a. Mahkota buah terbuka.

b. Tangkai ubah mengkerut.

c. Mata buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat.

d. Warna bagian dasar buah kuning.

e. Timbul aroma nanas yang harum dan khas.

5.apa manfaat dari presentasi bagi para pembaca ?

Jawab : kita dapat mengetahui buah nanas banyak mengandung  vitamin yang berguna bagi kesehatan tubuh. Dan kita juga dapat  mengetahui cara penanaman budidaya buah nanas.didalam budidaya nanas banyak juga hambatan dalam proses pertumbuhan nanas dengan berbagai hama dan penyakit dan faktor tanah yang kering .

Soal  dari Rewiyan Shinta

1.apa saja penghambat tumbuhan tanaman alpukat ?

Jawab : Hama Dan Penyakit

  1. 1.      Hama Pada Daun

Ulat Kipat ( cricula trisfenestrata Helf )

Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala.Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.

Ulat Kupu – kupu Gajah

Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat.

Kutu Dompolan Putih
Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula.

Tungau Merah
Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintikbintik
kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian:
Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha.

2.Hama Pada Buah

Lalat Buah Dacus Ciri: Ukuran tubuh 6 – 8 mm dengan bentangan sayap 5 – 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm.Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva.  Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar
matahari dan mati.

Codot
Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara.

 3.Hama Pada Ranting

1. Kumbang Bubuk Cabang

Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter.

1.Penyakit Yang Disebabkan Jamur

1. Antraknosa

Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.  Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.

2. Bercak daun atau bercak coklat

Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.

3. Busuk akar dan kanker Batang

Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bilatanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu, tunas mudanya jarang tumbuh. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit
pada pangkal batang. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki, jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru.

4. Busuk buah

Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur, yang kemudian menjalar ke bagian buah. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil.  Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb, dengan dosis 2-2,5 gram/liter.

2.jelaskan zat- zat yang terkandung dalam tanaman alpukat ?

Jawab : Vitamin E dan vitamin A

Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.

Potasium atau Kalium

Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.

Lemak tak jenuh

Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.

Asam oleat

Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.

Vitamin B6

Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.

Zat Besi dan Tembaga
Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
Mineral Mangaan dan Seng
Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.
3.sebutkan manfaat dari tanaman alpukat ?

Jawab : manfaat buah alpukat bagi kesehatan yaitu :

1.Sumber vitamin E

memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin E sangat penting bagi tubuh untuk melindungi diri dari berbagai serangan penyakit dan membantu memelihara kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, vitamin E juga baik untuk kesehatan kulit.
2. Alpukat pencegah stroke
Di dalam buah alpukat terdapat kandungan folat yang sangat tinggi. Dimana folat ini berfungsi untuk mencegah terjadinya stroke. Orang yang banyak mengkonsumsi folat memiliki kemungkinan terkena stroke yang lebih ringan.
3. Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh.
Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi , kanker atau penyakit jantung . Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
4. Mengandung Zat besi dan tembaga
Zat besi dan tembaga yang banyak terdapat di dalambuah alpokat. dapat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, sehingga dapat mencegah anemia.
5. Penyembuh penyakit maag
Bagi anda yang sedang terkena penyakit maag yang tidak terlalu parah, cobalah untuk mengkonsumsi sari biji Alpukat sekali dalam sehari

6.Meredakan sidrom pra-haid. Vitamin B6 yang terdapat pada alpukat ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan

4.bagaimana teknik penanaman tanaman alpukat ?

Jawab :

Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:

a.Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit.

b.Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh.

c.Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.

d.Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

5.jelaskan lemak tak jenuh pada alpukat ?

Jawab : Lemak tak jenuh

Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.

Soal dari M.Nur Fitriyanto

1.apa saja klasifikasi dari buah mengkudu ?

Jawab : Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus: Morinda
Spesies: Morinda citrifolia L.

2.apa saja kandungan dari buah mengkudu ?

Jawab : Kandungan mengkudu yaitu:

Zat nutrisi

secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium,  Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.

Zat anti bakteri.

Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus

subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.  Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.

Zat anti kanker.

Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif. Mengkudu atau Noni memiliki banyak zat aktif yang sangat berkhasiat dalam mencegah dan mengatasi berbagai penyakit. Berikut adalah kandungan senyawa berkhasiat yang terdapat dalam Mengkudu.

Senyawa Terpenoid

Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometrik yang juga terdapat pada lemak/minyak esensial (essential oils), yaitu sejenis lemak yang sangat penting bagi tubuh. Zat-zat terpenoid membantu tubuh dalam proses sintesa organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

Zat Anti-bakteri

Acubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri. Zat-zat yang terdapat di dalam buah Mengkudu telah terbukti menunjukkan kekuatan melawan golongan bakteri: Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylo­coccus aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli.  Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa kegiatan zat anti-bakteri dalam buah Mengkudu dapat mengontrol dua golongan bakteri yang mematikan (patogen), yaitu: Salmonella dan Shigella. Penemuan zat-zat anti bakteri dalam sari buah Mengkudu mendukung kegunaannya untuk merawat penyakit infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh bakteri.

Beberapa Jenis Asam

Asam askorbat yang ada di dalam buah Mengkudu adalah sumber vitamin C yang luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas (partikel-partikel berbahaya yang terbentuk sebagai hasil sampingan proses metabolisme yang dapat merusak materi genetik dan merusak sistem kekebalan tubuh). Asam kaproat, asam kaprilat, dan asam kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah Mengkudu.

3.berasal dari manakah buah mengkudu?

Jawab:   Mengkudu (Basa Aceh: keumeudee, Jawa: pace, kemudu, kudu); cangkudu (Sunda), kodhuk (Madura), tibah (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindia).

4.bagaimana cara membudidayakan buah mengkudu ?

Jawab : Penyiapan bibit tanaman

Bibit mengkudu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif dan vegetatif. Pohon induk harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : memiliki pertumbuhan yang subur dan normal, berumur antara 3-5 tahun, dan produktif berbuah. Secara generatif yaitu dengan menggunakan biji, sedangkan vegetatif dapat dengan menggunakan setek batang atau cabang. Sampai saat ini belum ada data hasil penelitian yang berkaitan dengan teknologi pembibitan tanamn mengkudu. Meskipun demikian, perbanyakan dapat dilakukan dengan pancangkokan batang atau cabang.

Penyiapan lahan

Lahan untuk budidaya mengkudu berupa lubang tanam. Ukuran dan jarak lubang tanam sangat bervariasi. Dapat dipilih dari 30cm x 30cm x 30cm; 40cm x 40cm x 40cm atau 60cm x 60cm x 60cm; dengan jarak 2.5m x 2m; 4m x 4m; atau 5m x 5m, tergantung tingkat kesuburan tanah. Lubang tanam dibuat 15 hari sebelum penanaman.

 Penanaman

Pada saat penanaman dan pengembalian tanah ke dalam lubang, terlebih dulu tanah tersebut dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20-40 kg/lubang. Penanaman dengan membuang polibag tetapi usahakan agar tanah dalam polibag tidak hancur dan pecah. Setelah penanaman, dilakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan mempercepat tanah menempel pada akar mengkudu.

Pemeliharaan

Pemeliharaan yang biasa dilkaukan adalah penyiangan dan penggemburan tanah, pengairan, pemupukan, pembentukan pohon dan proteksi tanaman.

Penyiangan dan penggemburan tanah

Penyiangan dapat dilakaukan sebulan sekali atau tergantung intensitas gulma yang ada. Penggemburan tanah dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk menjamin perakaran tumbuh baik.

Pengairan

Pengairan dilakukan secara kontinyu, terutama pada fase awal pertumbuhan. Kemudian dikurangi secara bertahap atau disesuaikan dengan keadaan tanah. Yang terpenting adalah tanah jangan sampai kekeringan.

Pemupukan

Pupuk yang diberikan berupa pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik diberikan 6-8 kali setahun masing-masing 20-40 kg. Sedangkan pupuk anorganik diberikan 1-2 kali sebulan dengan dosis 100-300 gr/pohon campuran ure, SP-36, dan KCl; atau NPK sebanyak 300-500 gr/pohon. Pada fase pembuahan sebaiknya diberi pupuk SP-36 dosis lebih tinggi agar kontinyu berbuah.

Pembentukan Pohon

Pembentukan pohon dengan memangkas cabang, ranting yang terlalu rimbun dan tidak sehat agar C/N ratio dalam tubuh tanaman seimbang sehingga tanaman produktif berbuah.

Proteksi Tanaman

Proteksi dilakukan terhadap hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang adalah semut, kutu putih, dan kutu daun. Sedangkan penyakit yang sering muncul adalah bercak daun dan kapang jelaga.

5.apa saja manfaat dari buah mengkudu ?

Jawab : buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Mengkudu (keumeudee) karena itu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Soal dari Iis Benita Aristya

1.apa saja kandungan didalam jangung ?

Jawab : Kandungan gizi

Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.

2.bagaimana cara proses pengolahan tanah yang baik bagi tanaman jagung ?

Jawab : Pengolahan tanah
Pada waktu pengolahan, keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah tetapi harus cukup lembab sehingga mudah dikerjakan, dan tidak lengket, sampai tanah menjadi cukup gembur. Pada tanah-tanah berpasir atau tanah ringan tidak banyak diperlukan pengerjaan tanah. Pada tanah-tanah berat dengan kelebihan air, perlu dibuat saluran penuntas air. Pembuatan saluran dan pembumbunan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air yang sangat merugikan bagi pertumbuhan tanaman jagung.

Pengolahan tanah untuk jagung labuhan harus tepat dan cepat dapat dilakukan karena hujan kadangkala datang lebih awal. Bilamana tidak sempat untuk mengerjakan tanah secara keseluruhan karena waktu tanam mendesak, maka pengerjaan tanah dapat dilakukan hanya pada barisan yang akan ditanami saja sedalam 15 – 20 cm sampai tanah menjadi cukup gembur. Berdasarkan hasil penelitian pada tanah: latosol dan aridosol cara ini memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan pengerjaan tanah yang biasa.

3. apa saja hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung ?

Jawab : Hama dan Penyakit

Hama. Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)

Setelah 4-5 hari ditanam biasanya biji mulai tumbuh. Penyemprotan untuk mencegah/memberantas lalat bibit segera dilakukan setelah biji tumbuh dan tersembul di atas tanah. Penyemprotan dilakukan dengan interval 2-3 hari sekali. Pestisida dipergunakan adalah Basudin (Diazinon), Surecide dan lain-lain, dengan dosis 1,5- 2,5 cc/ liter air. Serangan lalat bibit ini berlangsung sampai tanaman berumur tanaman ± 3 minggu.

Ulat Agrotis (agrotis Sp ) ,

Hama ini menyerang pada waktu tanaman masih kecil. Dapat diberantas dengan cara mencari dan membunuh ulatnya, yang biasanya terdapat di dalam tanah atau sebelum ditanami, tanah diberi insektisida terlebih dahulu.

Ulat daun (Prodenia litura F).

Menyerang pupuk daun pada waktu tanaman berumur 1 (satu) bulan. Pemberantasan agar dilakukan secepatnya dengan insektisida seperti terdapat pada serangan lalat bibit.

Penggerek daun (Sesamia inferens WLK).

Menyerang pada waktu tanaman telah berbunga.
Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan penyemprotan segera setelah terlihat adanya telur-telur yang biasanya terletak di bawah daun pada saat menjelang berbunga.

Ulat tanah (Leucania unipuncta, HAW)

Menyerang daun tanaman dewasa, biasanya pada malam hari, sampai mencapai jumlah ratusan. Penyemprotan harus dilakukan setelah gejala pertama terlihat dan jangan sampai terlambat.

Ulat tongkol (Heliothis armigera),

Merupakan, ulat perusak tongkol yang penting. Penyemprotan harus segera dilakukan bilamana terlihat telur-telur yang biasanya diletakkan pada rambut (silk) dan bakal buah atau tongkol: Secara umum, penyemprotan sebaiknya dilakukan bilaman diperlukan saja, sehingga penggunaan- pertisida lebih efisien. Waktu yang baik untuk menyemprot adalah pagi hari antara jam 06.00 – 09;00 atau sore hari jam 16.00 -18.00

Penyakit

Penyakit terpenting pada jagung adalah penyakit bulai, atau downy mildew (Sclerospora maydis Palm). Tanaman yang terserang- daun-daunnya herwarna kuning keputih-putihan bergaris-garis klorotis sejajar dengan arah urat daun. Pada bagian bawah daun terdapat Konidia berwarna putih seperti butiran-butiran tepung: Menyerang tanaman.muda sampai umur ± 45 hari.

Serangan pada tanaman semasa kecil sering mengakibatkan kematian. Serangan pada tanaman yang lebih besar mengakibatkan pertumbuhan tongkol yang tidak sempurna. Pemberantasan , dengan fungisida atau bahan kimia lain yang efektif sampai saat ini belum diketemukan. Usaha pemberantasannya yang dilakukan adalah dengan mencabut dan membakar tanaman yang terserang dan menanam kembali dengan varitas yang tahan. Dewasa ini terdapat beberapa. varitas yang tahan seperti DMR.S, DMR:3, dan beberapa varitas-hasil persilangan yang masih dalam pengujian (Harapan, DMR dan sebagainya).

Penyakit-penyakit penting yang terdapat pada jagung di antaranya adalah becak daun (Helminthosporium sp) dan karat daun (Puccinia sorghi Sehw).

4.bagaimana cara penanaman jagung yang baik ?

Jawab : Cara menanam

Benih Benih diambil hanya dari tanaman dan tongkol yang baik dan sehat saja.
Pilihlah tongkol-tongkol yang besar, barisan biji lurus dan penuh, tertutup rapat – oleh kelobotnya, dan cukup tua.  Dari tongkol.-tongkol terpilih, pisahkanlah biji-biji kecil yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung dari tongkol. Hanya biji yang rata besarnya dan sehat saja diambil sebagai benih. Bila jumlah tongkol terpilih sangat terbatas, dapat juga digunakan semua biji yang terdapat pada tongkol tersebut. Benih harus cukup sehat dan kering, bertenaga tumbuh lebih dari 90%, murni dan bebas dari kotoran.  Pada dewasa ini terdapat benih-benih varitas unggul yang cocok untuk dataran rendah dengan umur dipanen (110 hari), seperti, Harapan, Metro, Bogor Composite-2 dan yang berumur ,genjah adalah: Penjalinan, Genjah, Kretek, Genjah Kertas, Bogor Comopsit-10, dll dan untuk.dataran tinggi adalah: Bastar Kuning, Bima, Pandu Kimia Putih” Rocol dan lain-lain.,

5.sebutkan manfaat dari tanaman jagung ?

Jawab : Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif.  Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan.jagung dapat dimanfaatkan untuk mkanan ayam dan burung.

Soal dari Teddy Nurizal

1.apakah unsur hara tanah berpengaruh dengan kesuburan tanah ?

Jawab : iya karena unsur hara tanah  yang sehat berperan sebagai bank nutrisi dengan menyimpan unsur hara yang siap untuk digunakan oleh tanaman.  Upaya-upaya mempertahankan dan meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah adalah dengan melakukan pengelolaan lahan dan tanaman secara terpadu.

2.sebutkan ciri-ciri tanah yang subur dan sehat ?

Jawab : Ciri-ciri tanah yang subur dan sehat yaitu :

  • Mengandung humus/bunga tanah (terbuat dari bahan organik yang hancur dan terurai, kompos, mulsa, kotoran hewan dll)
  • Mengandung sejumlah besar biota-biota tanah bermanfaat (mikrofauna, mikroflora, makrofauna, dll)
  • Mengandung campuran partikel tanah liat dan pasir yang seimbang (tanah liat mengikat mineral sedangkan pasir memungkinkan drainase)
  • Bertekstur lempung, mempunyai porositas dan daya mengisap air yang baik
  • Mempunyai tingkat pH yang netral.
  • Berbagai tanaman bisa tumbuh di atasnya

3.bagaimana cara pengawetan tanah agar  tanah tersebut tetap subur  ?

Jawab : Cara Pengawetan tanah agar tetap subur yaitu  :

1. Memberi pupuk / pemupukan sesuai dengan jenis tanah baik pupuk kandang maupun pupuk buatan.
2. Membuat saluran irigasi untuk pengairan sawah yang jauh dari mata air.
3. Membuat sengkedan untuk mencegah erosi tanah.
4. Menjaga tanah dari penggunaan zat / bahan-bahan kimia yang merugikan.
5. Menanami lahan yang gundul untuk membantu terjadinya erosi.
6. Melakukan rotasi tanaman alias gonta-ganti jenis tanaman yang ditanam pada suatu bidang tanah.
7. Melaksanakan penghijauan dengan cara memberi humus pada tanah.
8. Memelihara cacing tanah dalam tanah untuk membantu menggemburkan tanah.
9. Tidak membuang sampah sembarangan di tanah.

4.apakah kesuburan tanah berpengaruh terhadap tanaman ?

Jawab : tanah mempunyai peranan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, tempat persediaan udara bagi pernapasan akar, tempat persediaan unsur-unsur makanan bagi tumbuhan, tempat persediaan air bagi tumbuh-tumbuhan dan tempat berkembangnya mikro dan makroorganisme yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

5.sebutkan faktor penyebab menurunnya kesuburan tanah ?

Jawab : faktor penyebab menurunnya kesuburan tanah diantaranya yaitu

  1. penyerapan zat hara oleh tanaman,
  2. penguapan elemen hara ke atmosfer,
  3. resapan ke dalam tanah, dan terjadinya erosi.

Soal dari Septi Mustika

1.dalam persiapan pembukaan lahan tebu,apa saja yang harus diperhatikan ?

Jawab : Dalam pembukaan areal perkebunan ini dilakukan beberapa kegiatan yakni:
1. survei areal
survei areal bertujuan untuk menentukan batas-batas areal yang akan dibuka sekaligus menentukan rencana jaringan blak yang akan dibuat, sekaligus membuat peta dengan cara menghubungkan titik satu dengan titik selanjutnya, baik untuk pengukuran batas areal maupun pembuatan rencana blok.
2. desain perkebunan
desain perkebunan bertujuan untuk menentukan tataruang dalam kebun yang terbagi dalam afdeling.
Apabila pengolahan tanah kering secara lestari telah dikuasai masyarakat pedesaan, maka tidak akan ada kritis mata pencaharian yang menyebabkan tanah menjadi kritis. Pengendalian teknologi pengolahan tanah kering secara lestari adalah sederhana, tidak memerlukan peralatan serba modern (canggih) dan pendidikan tinggi. Azas pengelolaan lahan kering adalah menciptakan lingkungan perakaran yang dalam, mempertahankan kemampuan tanah menyimpan air dan mengedarkan udara, tindakan terakhir adalah memperkaya tanah dengan zat hara tersedia untuk akar.

2.jelaskan tentang system REYNOSO ?

Jawab : SISTEM REYNOSO ( Manual )
Adalah Sistem yang dikerjakan dengan Sistem Manual / Orang dan berprinsip pada Pembuatan Gog-got untuk Penampungan dan Pembuangan Air. Urut-urutanya adalah :
– Pembuatan Patusan / Saluran Pembuangan / Afvoer
Tujuannya adalah untuk Membuang air yang masih didalam kebun apabila terjadi kelebihan air. Kedalamannya adalah 90 cm, dan Lebar 80 cm.
– Pembuatan Got Keliling
Got Keliling merupakan Got-got yang mengelilingi sesuai bentuk Kebun. Got Keliling berfungsi menampung kelebihan air dari Got-got didalam kebun. Ukurannya adalah Dalam 70 cm, dan Lebar 80 cm.
– Pembuatan Got Mujur
Got Mujur berfungsi menampung kelebihan air dari Got Malang. Arah Got Mujur tegak lurus dengan Got Malang atau Juringan. Ukuran Got Mujur adalah Dalam 70 cm, dan Lebar 60 cm.
– Pembuatan Got Malang
Got Malang berfungsi untuk menampung kelebihan air dari Juringan, menurunkan Permukaan Air Tanah dan menahan Air sementara guna pekerjaan Sirat / Ebor. Arah Got Malang adalah searah dengan Kemiringan Tanah. Ukuran Got Malang adalah Dalam 60 cm, dan Lebar 50 cm.
– Pembuatan Lubang I ( Cemplong )
Pekerjaan ini meliputi penentuan PKP 104 cm, kemudian diolah menggunakan Lencek selebar 50 cm dan kedalaman 20 cm.
– Pembuatan Lubang II ( Garbon )
Yang dilakukan adalah memperdalam Lubang I menggunakan Alat Garbu sedalam 20 cm. Sehingga kedalaman akhir Juringan diharapkan mencapai 35 cm.

3.Pada tanaman tebu penyiram yang baik bagaimana ?

Jawab :  Penyiraman / Pengairan
Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan Air bagi Proses Pertumbuhan Tanaman. Kekurangan air akan sangat berpengaruh pada Produksi. Dalam pelaksanaannya Pengairan meliputi :
– Ebor Muka Tanam, dilakukan sebelum bibit ditanam untuk membuat kondisi tanah basah.
– Sirat Patri, dilakukan 3 – 4 hari setelah tanam dengan tujuan memacu perkecambahan tunas dan mempercepat pertumbuhan akar.
– Ebor Pupuk I, dilakukan setelah Pupuk I dengan tujuan melarutkan pupuk supaya segera dapat diserap oleh Tanaman.
– Ebor Pupuk II, dilakukan setelah Pupuk II dengan tujuan melarutkan pupuk supaya segera dapat diserap oleh Tanaman.
– Ebor Muka Bumbun II, bertujuan untuk menghancurkan lungko agar dalam pelaksanaan Bumbun II nantinya akan didapatkan tanah yang halus.
– Ebor Muka Bumbun III, bertujuan untuk memberikan air yang cukup untuk tanaman juga untuk memudahkan pelaksanaan Bumbun III.
– Ebor Garbu Muka Gulud, diberikan dalam jumlah yang cukup banyak karena tanah yang diolah adalah tanah waras. Tujuannya adalah untuk memudahkan pelaksanaan Garbu.
– Ebor Muka Gulud, diberikan pada tanah guludan yang telah digarbu. Tujuannya adalah agar tanah blabagan menjadi gembur dan mudah dibuat guludan.

4.apa kegunaan dari tanaman tebu ?

Jawab : bahan baku pembuat gula, tebu dapt dimanfaatkan untuk membuat vetsi. Vetsin adalah nama lain Mononatrium glutamat, kita lebih familiar menyebutnya sebagai monosodium glutamat; disingkat MSG. MSG adalah garam natrium dari asam glutamat. Berfungsi sebagai penyedap rasa. Satu ion hidrogen (dari gugus —OH yang berikatan dengan atom C-alfa) digantikan oleh ion natrium. Merek dagang dari mononatrium glutamat termasuk Ajinomoto, Vetsin, Miwon, Sasa dan Accent

Pohon tebu juga memiliki banyak manfaat bagi manusia, mulai dari daunnya dan batangnya (masih ada airnya maupun sudah menjadi ampas). Daunnya cocok untuk pakan ternak. Bagi peternak sapi, daun tebu sangat cock untuk pakan tambahan/pengganti rumput. Sedangkan batangnya, dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi langsung atau dibuat tebu dan vetsin seperti yang telah saya tuliskan di atas. Setelah menjadi ampas pun, batang tebu masih bermanfaat bagi manusia, diataranya untuk pakan ternak. Hal ini sangat dimungkinkan karena ampas tebu memiliki serat kasar dengan kandungan lignin sangat tinggi (sekitar 19.7%) dengan kadar protein kasar rendah (sekitar 28%). Melalui fermentasi menggunakan probiotik, kualitas dan tingkat mudahnya ampas tebu untuk dicerna, akan diperbaiki sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak. Tahapan fermentasi ampas tebu sama dengan fermentasi jerami. namun perlu ditambahkan beberapa bahan untuk melengkapi kebutuhan mineral yang diperlukan dalam bahan pakan tersebut.
5.bagaimana cara penanaman tanaman tebu ?

Jawab : Cara Penanaman
Sebelum tanam, tanah disiram agar bibit bisa melekat ke tanah.
a. Bibit stek (potongan tebu) ditanam berimpitan secara memanjang agar jumlah anakan yang dihasilkan banyak. Dibutuhkan 70.000 bibit stek/ha.
b. Untuk bibit bagal/generasi, tanah digaris dengan kedalaman 5-10 cm, bibit dimasukkan ke dalamnya dengan mata menghadap ke samping lalu bibit ditimbun dengan tanah.
c. Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu bibit dicelupkan pada pupuk organic cair DI Grow hijau dengan dosis 10 cc/liter air.
Untuk bibit rayungan bermata satu, bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kemiringan 45 derajat, sedangkan untuk rayungan bermata dua bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kedalaman 1 cm.
Satu hari setelah tanam lakukan penyiraman jika tidak turun hujan. Penyiraman ini tidak boleh terlambat tetapi juga tidak boleh terlalu banyak.

Soal dari Desdyan Risky

1.sebutkan klasifikasi pada tanaman bayam?

Jawab :

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Upafamili: Amaranthoideae
Genus: Amaranthus L .

2.bagaimana cara tungau menyerang pada tanaman bayam ?

Jawab : Gejala serangan :

  1. Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut.
  2. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur.

3.bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman bayam ?

Jawab :

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.). Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

4.apa saja manfaat dari tanaman bayam ?

Jawab : Tanaman bayam mengandung beragam gizi seperti protein, lemak,karbohidrat, zat besi, dan beragam vitamin. Bayam termasuk sayuran yang memiliki serat sehingga baik untuk melancarkan proses pencernaan. Karena seratnya itu pula bayam cocok dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah berat badan. Bayam dapat meningkatkan fungsi kerja ginjal serta mengatasi anemia. Tanaman bayam juga baik bagi orang yan memiliki tekanan darah tidak normal.

5.bagaimana cara budidaya pada tanaman bayam ?

Jawab : Cara Budidaya Bayam yaitu :

1. Benih
Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda , daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5 – 1 g/m2. Varietas yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan Cimangkok.

2. Persiapan Lahan
Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

3. Pemupukan
Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar (pupuk kandang kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4. Penanaman/Penaburan Benih
Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pupuk kandang yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan. Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah. Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

5. Pemeliharaan
Bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah), adalah bayam cabut. Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/m2/hari.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.). Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

Soal dari Andreas Damanik

1.kenapa minyak nilam bisa dikatakan sebagai penghasilan devisa Negara ?

Jawab : Tanaman Nilam ( Progestemon Cablin Bent ) yaitu kelompok tanaman penghasil minyak atsiri, mempunyai prospek yang baik karena di samping harganya tinggi, juga sampai saat ini minyaknya belum dapat dibuat dalam bentuk sintesis. Kebutuhan dunia akan minyak atsiri yang berasal dari tanaman nilam saat ini berkisar 600 – 800 ton/tahun.Sebagian besar kebutuhan ini disuplai dari Indonesia.

2.daerah mana saja yang dapat dikatakan sebagai potensi produksi tanaman nilam ?

Jawab : Di Jawa Barat, tanaman nilam telah dikembangkan di beberapa daerah seperti Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Bandung, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, baik oleh swasta maupun melalui dukungan Dinas terkait (misalnya : Dinas Koperasi & UKM dan Dinas Perindag) dengan pertumbuhan yang cukup memuaskan.Aceh,Amerika,Eropa

3.apa saja hama yang menyerang dari tanaman nilam ?

Jawab :  Hama pada tanaman nilam

Hama yang menyerang tanaman nilam antara lain; belalang, kutu daun tungau dan ulat daun. Belalang dan ulat daun dapat menyebabkan tanaman gundul sehingga menurunkan produksi (terna). Serangan kutu daun dan tungau dapat menyebabkan daun menggulung dan berkeriput (keriting), sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Serangan hama dapat menyebabkan produksi menurun terutama karena pada umumnya yang banyak diserang adalah daun. Pengendalian hama pada penyakit nilam sebaiknya tidak menggunakan bahan kimia, karena walaupun minyak nilam tidak dikonsumsi, namun penggunaannya sebagai parfum, lation terutama pada aromaterapi secara langsung bersentuhan dengan kulit dan penciuman. Untuk itu dianjurkan menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak biji nimba (100 g/l) dengan agen hayati seperti Beauveria bassiana untuk ulat pemakan daun dan Metarrhizium anisopliae untuk belalang

4.bagaimana cara membenihkan bibit tanaman nilam tersebut ?

  1. Jawab : Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter 0,8-1,0 cm, + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas
  2. Siapkan bedengan persemaian, ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan, parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm
  3. Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)
  4. Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat, letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para.
  5. Stek ditanam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm
  6. Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 – 15 liter air.
  7. Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).

5.apa yang menyebabkan produksi tanaman nilam tidak terlalu berkembang di daerah Indonesia?

Jawab : karena Indonesia merupakan penghasil minyak nilam terbesar di dunia yang setiap tahunnya memasok 70% hingga 90% kebutuhan dunia. Ekspor nilam Indonesia berfluktuasi dengan laju peningkatan ekspor sekitar 6% per tahun atau sebesar 700 ton sampai 2.000 ton minyak nilam per tahun. Prospek industri minyak atsiri sebetulnya cukup cerah, karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Sayangnya produktivitas daun nilam kering Indonesia hanya dua sampai tiga ton per hektar per tahun. Artinya produktivitas dibawah 30%. Banyak faktor yang membuat rendahnya produksi dan mutu nilam Indonesia, selain masalah teknologi, budidaya yang tidak intensif, bibit kurang baik juga cara penanganan bahan baku dan penyulingan.

Soal dari Septi Mustika

1.kenapa bunga Rafflesia bersifat parasit ?

Jawab :  Bunga raflflesia merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga rafflesia menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang tetrastigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai “tanaman” adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat tetrastigma. Bunga rafflesia  mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong.
2.bunga Rafflesia sering ditemukan dimana ?

Jawab : Rafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang, daun ataupun akar yang sesungguhnya.

3.kenapa pada Rafflesia mengeluarkan bau busuk ?

Jawab : bunga rafflesia  mengeluarkan bau busuk . Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga.

4.sebutkan ciri-ciri dari bunga rafflesia  ?

Jawab :

  • Bunga rafflesia tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun
  • Bunga Raflesia memiliki 5 mahkota
  • Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat bunga sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga.
  • Keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan.
  • Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.
  • Rafflesia merupakan tumbuhan parasit obligat pada tumbuhan merambat (liana) tetrasigma dan tinggal di dalam akar tersebut seperti tali.
  • Sampai saat ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.

5.berapa diameter bunga rafflesia ?

Jawab : Ketika mekar, bunga ini bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm.

Soal dari Septi Mustika

1.sebutkan 3 macam sawi yang biasanya dibudidayakan petani  di Indonesia ?

Jawab : 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu :

  • sawi putih (sawi jabung),
  • sawi hijau, dan
  • sawi huma.

2.daerah mana yang cocok untuk menanam sawi ?

Jawab : Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.
3.bagaimana cara melakukan teknik budidaya tanaman sawi secara konvensional ?

Jawab : pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
4.apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih benih tanaman sawi?

Jawab : Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beni  kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.
5.sebutkan apa saja hama dan penyakit yang menyerang tanaman sawi ?

Jawab : A. HAMA.

1. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.).
2. Ulat tritip (Plutella maculipennis).
3. Siput (Agriolimas sp.).
4. Ulat Thepa javanica.
5. Cacing bulu (cut worm).

B. PENYAKIT.

1. Penyakit akar pekuk.
2. Bercak daun alternaria.
3. Busuk basah (soft root).
4. Penyakit embun tepung (downy mildew).
5. Penyakit rebah semai (dumping off).
6. Busuk daun.
7. busuk Rhizoctonia (bottom root).
8. Bercak daun.
9. Virus mosaik.

TUGAS BAHASA INDONESIA

Nama   : IRMA LITA SARI .M

Nim     : D1A012092

Prodi   : Agroekoteknologi C

Fakultas : pertanian .

Soal dari linda suari

  1. Bagaimana cara budidaya kacang tanah yang baik ?
  2. Jelaskan cara untuk mengatasi hama penyakit pada kacang tanah?
  3. Apa manfaat dari kacang tanah ?
  4. Bagaimana cara anda untuk menentukan apakah kacang tanah tersebut sudah memasukki masa penen atau belom ?
  5. Sebutkan langkah-langkah untuk menanam kacang tanah ?

Jawaban :

1.   didalam budidaya kacang tanah harus dilakukan dengan :

Persyaratan Benih
Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e. Kadar air benih berkisar 9-12 %.

Penyiapan Benih
Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.

Pengolahan Media Tanam
a.Persiapan dan Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.

b.Pembentukan Bedengan
Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.

c.Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 – 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.

d. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah terjadinya serangan jamur berikan Natural GLIO. Pengembangbiakan Natural GLIO dengan cara: 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik) . Pemberian Natural GLIO pada sore hari.

e.Pemberian Pupuk Makro dan SUPER NASA
Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah:
a. Pupuk kandang 2 – 4 ton/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
b. Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat.
c. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol (500-1000 cc) diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10-20 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.

Adapun cara penggunaan SUPER NASA sbb :
alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram + 10 meter bedengan.

Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam. Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm.

Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.

2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.

3. Perendaman Benih dengan POC NASA
Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.

4. Cara Penanaman
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).

Pemeliharaan Tanaman

1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).

2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.
3. Pemberian POC NASA dan HORMONIK
Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

4. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.

5. Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

2. cara mengatasai hama dan penyakit dilakukan dengan cara :

Umumnya, petani menanggulangi hama kacang tanah dengan mengandalkan insektisida yang diaplikasikan dengan cara yang sering kurang sesuai dengan kaidah-kaidah cara pengendalian yang bijaksana, seperti frekuensi yang terlalu tinggi, dosis insektisida yang kurang optimal, atau penggunaan volume semprot yang kurang dari semestinya. Penanggulangan hama dengan cara demikian itu sebenarnya bertentangan dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

PHT merupakan konsep sekaligus strategi penanggulangan hama dengan pendekatan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan yang terlanjutkan. lni berarti bahwa pengendalian hama harus terkait dengan pengelolaan ekosistem secara keseluruhan. Pengelolaan ekosistem dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh sehat sehingga memiliki ketahanan ekologis yang tinggi terhadap hama. Untuk itu, petani harus melakukan pemantauan lapang secara rutin. Dengan demikian, perkembangan populasi dan faktor-faktor penghambat lainnya dapat diatasi/diantisipasi dan faktor-faktor pendukung dapat dikembangkan. Apabila dengan pengelolaan ekosistem tersebut masih terjadi peningkatan populasi dan serangan hama, langkah selanjutnya adalah tindakan pengendalian.

Sasaran PHT adalah:

1) produktivitas pertanian mantap tinggi.

2) penghasilan dan kesejahteraan petani meningkat.

3) populasi hama dan kerusakan tanaman karena serangannya tetap berada     pada tingkatan yang secara ekonomis tidak merugikan.

4) pengurangan resiko pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida. Strategi PHT adalah memadukan secara kompatibel semua taktik atau metode pengendalian hama.

Taktik PHT, terutama adalah:

1. Pemanfaatan proses pengendalian alami dengan mengurangi tindakan-tindakan yang dapat merugikan atau mematikan perkembangan musuh alami.

2. Pengelolaan ekosistem melalui usaha bercocok tanam, yang bertujuan untuk membuat lingkungan tanaman menjadi kurang sesuai bagi perikehidupan hama serta mendorong berfungsinya agensia pengendali hayati.

Beberapa teknik bercocok tanam, antara lain:

a) penanaman varietas tahan.

b) penanaman benih sehat.

c) pergiliran tanaman dan pergiliran varietas.

d) sanitasi

e) penetapan masa tanam,

f) tanam serempak dan pengaturan saat tanam.

g) penanaman tanaman perangkap/penolak

h) pengaturan jarak tanam

i) penanaman tumpang sari.

j) pengelolaan tanah dan air, dan

k) pemupukan berimbang sesuai dengan kebutuhan setempat.

3. Pengendalian fisik dan mekanis yang bertujuan untuk mengurangi populasi hama, mengganggu aktivitas fisiologis hama yang normal, serta mengubah lingkungan fisik menjadi kurang sesuai bagi kehidupan dan perkembangan hama.

4. Penggunaan pestisida secara selektif untuk mengembalikan populasi hama pada tingkat keseimbangannya. Selektivitas pestisida didasarkan atas sifat fiosiologis, ekologis, dan cara aplikasi. Penggunaan pestisida diputuskan setelah dilakukan analisis ekosistem terhadap hasil pengamatan dan ketetapan tentang ambang kendali. Pestisida yang dipilih harus yang efektif dan telah diizinkan.

3.  manfaat kacang tanah adalah:

salah satu komoditi palawija yang bernilai ekonomi tinggi, karena dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat terutama kebutuhan protein dan lemak nabati. Kacang tanah dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, antara lain sebagai bahan sayur, saus dan digoreng atau direbus.

Sebagai bahan industry dapat dibuat keju, mentega, sabun dan minyak. Daun kacang

tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk hijau.

4. cara untuk menentukan kacang tanah dalam pasca panen yaitu :

.P A N E N
Penentuan saat panen yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan sebagai kriteria penentuan saat panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

Sebagian besar daun menguning dan gugur ( rontok ).
Tanaman berumur 85 -110 hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian besar polongnya ( 80 % ) telah tua. “
Kulit polong cukup keras dan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
Kulit biji tipis dan mengkilap.
Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati agar polongnya tidak tertinggal dalam tanah.

PASCA PANEN
Kegiatan pokok pasca panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :

a. Setelah dipanen brangkasan Kacang Tanah dipotong lebih kurang 10 cm kemudian dibersihkan.
b. Pemipilan
Pipil polong Kacang Tanah dari batangnya dengan tangan.
c. Pengeringan
Tebarkan polong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari sampai kering (Kadar air 9% – 12%).
d.Penyimpanan.

1) Penyimpanan dalam bentuk polong keringMasukkan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat, lalu simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.
2) Penyimpanan dalam bentuk biji keringKupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukkan ke dalam wadah tertutup untuk disimpan atau dijual.

5.langkah-langkah menanam kacang tanah yaitu :

Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.
2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.
3. Perendaman Benih dengan POC NASA
Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.
4. Cara Penanaman
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).

Pemeliharaan Tanaman
1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).
2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.
3. Pemberian POC NASA dan HORMONIK
Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

.Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.

Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

PANEN DAN PASCAPANEN

2.1. Umur Panen Kacang Tanah Waktu panen dapat ditentukan berdasarkan pertimbangan umur tanaman, tingkat kemasakan fisiologis dan kondisi cuaca. Penentuan waktu panen disesuaikan pula dengan jenis atau varietas yang ditanam. Kacang tanah yang sudah siap panen, daunnya mulai menguning dan rontok. Panen kacang tanah dilakukan bila minimal 75% polong telah tua. Umur tanaman pada saat polong tua bergantung pada varietasnya. Varietas unggul nasional umumnya berumur sekitar 100 hari, sedang varietas local dapat dipanen pada umur sekitar 90 hari (Sumarno, 1986). Untuk dijadikan benih, kacang tanah dipanen saat berumur ± 110 hari dan sebagian besar ± 80% polongnya telah tua. Penangguhan panen akan mengakibatkan biji berkecamabah atau polong mudah terlepas bila dicabut, sebalikanya jika panen terlalu awal akan diperoleh polong dengan biji muda, sehingga akan keriput bila dikeringkan. Pembumbunan tanaman pada stadia berbunga akan mengakibatkan banyak polong muda pada saat panen. Demikian pula penyulaman, akan mengakibatkan banyak tanaman berpolong muda pada waktu panen. Pengeringan petakan pada saat menjelang polong tua dapat membuat pematangan polong lebih seragam serta mutu biji lebih bagus. Hujan terus menerus atau lingkungan yang lembab pada stadia pematangan polong mengakibatkan kematangan polong tidak seragam (Sumarno, 1986).

2.2. Warna Polong Tua Kacang Tanah Panen kacang tanah untuk konsumsi dilakukan bila minimal 75% polong telah tua. Tanda-tanda polong telah tua adalah : • Kulit polong agak keras • Warna polong kecoklat-coklatan • Polong berisi penuh, tetapi bijinya tidak terlau keras • Kulit ari biji tipis dan mudah terkelupas • Kadar air biji telah menurun menjadi kurang dari 25%. Panen kacang tanah untuk benih dilakukan bila minimal 80% polong telah tua yaitu : • Warna polong coklat kehitam-hitaman • Kulit biji tipis dan mengkilat • Rongga polong telah berisi penuh dengan biji. • Kulit polong cukup keras

2.3Cara-cara Panen Kacang Tanah Alat-alat yang diperlukan seperti wadah, lantai jemur, penampi, alat penyimpan dll, hendaknya dipersiapkan terlebih dahulu sebelum panen dilakukan. Semua wadah atau alat yang digunakan harus bersih dari kotoran, hama dan penyakit, sisa-sisa tanaman. (Direktorat Perbenihan, 2002). Panen kacang tanah umumnya dilakukan secara manual yaitu dengan mencabut tanaman. Pencabutan dilakukan secara hati-hati agar tidak banyak polong yang tertinggal. Kehilangan hasil karena tertinggalnya polong dalam tanah dapat mencapai 25% (Sumarno, 1986). Untuk mengatasi terbuangnya hasil panenan akibat pencabutan, sebaiknya sebelum dilakukan pencabutan, tanah yang kering diairi terlebih dahulu agar menjadi lunak (Budi Santoso, 1998). Cara panen tersebut meskipun memerlukan banyak tenaga dan waktu, namun mampu menghasilkan mutu biji yang lebih baik karena dapat terhindar dari kerusakan mekanis (Lisdiana Fachruddin, 2000). Pertanaman kacang tanah pada tanah yang gembur akan memudahkan dalam pemanenan. Pembuatan bedengan juga dapat mempermudah panen karena tanah akan tetap gembur. Panen yang dilakukan dengan pencabutan batang demi batang, maka panenan akan berupa brangkasan yang terdiri atas polong, akar, batang, dan daun. Produk utama kacang tanah adalah polongnya, sedangkan sisa-sisa lainnya dapat dijadikan pakan ternak atau dibuat pupuk kompos. Panen kacang tanah dengan mesin dilakukan 2 tahap. Tahap pertama adalah mencabut tanaman dan membalikkannya, sehingga dari tanaman yang telah dicabut, polong-polongnya terletak di atas. Tujuan membalikkan tanaman ini adalah agar polong menjadi kering. Tahap kedua adalah pemipilan polong bila biji telah cukup kering dengan kadar air 9-10%, oleh mesin combine. Biji yang keluar dari mesin combine telah bersih dari kotoran. Pemanenan kacang tanah dengan mesin yang demikian, banyak dilakukan oleh kacang tanah di Amerika Serikat dan Australia (Sumarno, 1986). MEKANIS Mesin panen kacang tanah Pada mesin pemanen kacang tanah misalnya, pemanenan dilaksanakan dalam 2 tingkat.Pemanenan tingkat pertama adalah memanen seluruh tanaman kacang tanah bersama polongnya diangkat dengan menggunakan beberapa disc coulter. TRADISIONAL Pacul (Cangkul) adalah salah satu alat pertanian tradisional yang pokok. Fungsinya untuk mencangkul tanah, sehingga posisi tanah yang semula dibawah menjadi di atas, atau membalik tanah. Pada umumnya, kondisi tanah sehabis digunakan dari awal tanam hingga masa panen tidak subur lagi. Tanahnya menjadi keras, kering dan kehabisan O2. agar tanah menjadi subur lagi dan siap ditanam kembali, tanah harus diolah. Mengolahnya dengan cara dicangkul, dibalik agar tanah mendapatkan O2, digemburkan dicampur dengan rabuk alami, sehingga siap ditanami tanaman baru sesuai dengan musimnya.

2.4. Perontokan dan Pembersihan Kacang Tanah Perontokan dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau dengan menggunakan perontok tipe pedal. Namun, benih dari polong yang dirontokkan dengan perontok tipe pedal, daya tumbuhnya berkurang dari 82,2% menajdi 76,3%. Oleh karena itu, sebaiknya perontok tipe pedal hanya digunakan untuk merontokkan polong konsumsi. (Lisdiana Fachruddin, 2000). Perontokan buah kacang dari batangnya dapat dilakukan diladang atau ditempat yang teduh tidak jauh dari ladang dengan demikian pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih teliti, buah yang benar-benar penuh berisi sekaligus dapat dipisahkan dari buah yang kurang berisi dan belum berisi. Perontokan sebaiknya dilakukan dengan tangan tanpa atau menggunakan pisau sehingga dapat tercegah dari kerusakan-kerusakan. Cara yang buruk yang sampai sekarang masih sering dilakukan yaitu dengan cara membanting atau memukul-mukulkannya pada balok kayu. (Kartasapoetra, 1994). Untuk mendapatkan polong yang bersih, polong hendaknya dicuci dengan air sehingga warnanya menjadi cerah. Polong dimasukkan dalam bakul dan kemudian dimasukkan dalam bak air. Dengan cara ini, polong sekaligus dapat dicuci dan ditiriskan. (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Pada umumnya ada dua tipe mesin untuk memisahkan kacang tanah dari batangya. Mesin tersebut diklasifikasikan menurut tipe gigi yang digunakan pada silinder dan dinamakan perontok (thresher) dan pemetik (picker). Perontok memiliki gigi lurus biasa serupa dengan yang digunakan pada perontok padi-padian, kecuali jika gigi-gigi tersebut lebih berjauhan pada batang silinder dan batang cekung. Pemetik mempunyai gigi pegas baik pada batang silinder maupun batang cekung. Mesin Pengupas Kulit kacang tanah ini berfungsi mengupas kulit kacang tanah. Kacang harus dikeringkan dengan dijemur terlebih dahulu sebelum diproses dengan mesin ini

2.5. Pengeringan Kacang Tanah Pengeringan dapat dilakukan dengan 2  Pengeringan secara alami Pengeringan secara alami dapatØcara yaitu:  dilkuakn dengan bantuan sinar matahari, yang biasanya dilakukan pada musim kemarau. Pengeringan dapat dilakukan di atas lantai semen atau diatas tanah dengan terlebih dahulu diberi pengalas lembaran anyaman bambu atau plastic, yang posisinya memungkinkan untuk mendapatkan banyak panas sinar matahari. Pada umumnya pengeringan dilakukan 7-10 hari, dengan melakukan pembalikan secara teratur agar keringnya dapat merata. Pengeringan hingga kadar kurang dari 9% dilakukan untuk mencegah Økontaminasi jamur Aspergillus flavus. (Lisdiana Fachruddin, 2000).  Pengeringan secara mekanis Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan Batch Dryer, dalam hal ini temperature yang dipakai sekitar 35-45 oC dan kelembaban udara pengering sekitar 55%, bila temperatur pengering terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan (rapuh, mudah pecah, kulit biji mudah mengelupas pada waktu perontokan dan lain-lain) (Kartasapoetra, 1994). Pengeringan polong dilakukan hingga beratnya konstan. Berat yang konstan menandakan tingkat kadar air kesetimbangan telah tercapai. Untuk benih pengeringan dilakukan sampai memperoleh kadar air 10-11% (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). BATCH DRYER Peralatan unson Batch Rotary adalah sangat efektif untuk pengeringan, pendinginan atau melembabkan bahan padat massal, independen atau dalam kombinasi dengan, operasi pencampuran. Mesin rotary dapat dikonfigurasi untuk “langsung” pendinginan pengeringan, atau pelembab, atau “tidak langsung” pengeringan atau pendinginan. Langsung pengering, pendingin dan pelembab dilengkapi dengan parasut asupan bahan dikonfigurasi dengan port untuk tujuan memperkenalkan panas, udara dingin atau lembab langsung ke batch. Parasut itu digeser keluar dari mesin, yang memungkinkan akses tak terbatas ke bagian dalam kapal untuk cepat, Washdown menyeluruh.

2.6. Sortasi Kacang Tanah Setelah kering, polong kacang tanah dibersihkan dari tanah dan kotoran lainnya, kemudian dilakukan sortasi. Tujuan sortasi adalah memisahkan polong-polong tua berisi dari polong yang kurang berisi atau sakit (Budi Santoso, 1998). Pemilahan dengan tangan dilakukan menggunakan alat tapi. Dalam memilih polong kacang tanah tidak dapat didasarkan pada jumlah biji dalam polong karena polong kacang tanah ada yang berbiji satu, dua atau tiga. Artinya varietas tertentu tidak selalu seragam jumlah bijinya (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Rendemen polong menjadi biji bergantung pada beberapa hal, antara lain varietas, tingkat kekeringan, kualitas polong, ketuaan polong dan kesehatan polong (ada tidaknya hama penyakit pada pertanaman). Polong bernas mempunyai rendemen sekitar 75%, tetapi polong yang tidak bernas rendemennya hanya sekitar 40% (Sumarno, 1986). Cara membedakan satu varietas dengan varietas lain pada polong kacang tanah adalah dengan mengamati ukuran, bentuk dan urat atau anyaman pada kulit polong (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Pada benih untuk memilah polong yang bernas dan polong yang tidak bernas, dapat digunakan alat specific gravity separator. Dengan alat tersebut, benih-benih tidak bernas akan dilempar ke tempat yang berbeda (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Untuk memperoleh benih kacang tanah bersertifikat harus melalui proses pengujian di laboratorium pengujian mutu benih. Fungsi dan Keunggulan: 1. Memisahkan biji kacang tanah berdasarkan ukuran diameter (8,7, 6 dan dibawah 6 mm). 2. Mampu melakukan pemisahan biji kacang dalam 4 grade dengan efisiensi 85%. 3. Mudah dioperasikan, ringan dan mudah dipindahkan

2.7. Penyimpanan Kacang Tanah Penyimpanan kacang tanah dapat berupa polong atau biji. Penyimpana polong kacang tanah biasanya dilakukan untuk menyimpan biji atau untuk menunggu waktu penjualan yang tepat. Polong kacang tanah yang sudah cukup kering dengan kadar air < 9 %, dapat dimasukkan ke dalam karung goni dan disimpan dalam ruang yang sejuk dan kering dengan suhu 27 oC, kelembaban nisbi 70 % (Lisdiana Fachruddin, 2000). Diusahakan agar tidak terjadi kontak langsung dengan dinding dan lantai. Kadar air dalam biji kacang menunjukkan banyaknya air yang terkandung dalam biji. Kadar air kacang tanah dapat dipengaruhi oleh kelembaban ruangan tempat menyimpan biji kacang tersebut. Penyimpanan dalam bentuk biji lebih awet kering dibandingkan dalam bentuk polong. Umumnya kelembaban udara gudang di Indonesia adalah antara 80-90%, sehingga kadar air biji kacang akan berkisar antara 10-15%, atau sekitar 15-21% bila disimpan dalam bentuk polong. Kerugian menyimpan dalam bentuk biji adalah mudah diserang hama gudang. (Sumarno, 1986). Dalam skala besar penyimpanan dapat dilakukan dengan sistem curah atau menggunakan bak. Cara lain yang lebih efektif adalah dengan pemberian 15% gas CO2 ke dalam drum tertutup yang berisi biji kacang tanah yang berkadar air 6,7-9,6%. Dengan cara penyimpana tersebut, biji kacang tanah dapat bertahan selama 6 bulan (Lisdiana Fachruddin, 2000). Benih kacang tanah lebih baik disimpan dalam bentuk polong, agar daya tumbuh tidak cepat menurun. Kadar air yang aman untuk penyimpanan benih dalam bentuk polong yaitu 10-11% (Baran Wirawan dan Sri Wahyuni, 2002). Polong dengan biji yang telah kering dimasukkan dalam karung, dan disimpan dalam ruang yang kering. Karung berisi benih jangan ditumpuk langsung di atas lantai, melainkan diberi alas papan. Penyimpanan benih untuk 2-3 bulan dapat dilakukan dalam bentuk biji kering yang disimpan dalam kaleng-kaleng yang tertutup rapat. Benih kacang tanah dalam polong dapat disimpan dengan daya tumbuh tetap baik selama 8 bulan. Bila ruangan penyimpanan bersuhu rendah (10-18 oC) dapat bertahan hingga 12 bulan. (Sumarno, 1986)

Hama dan Penyakit Kacang Tanah

1) Penyakit Layu. Penyakit Layu disebabkan oleh bakteri Xanthomonas Solanacearum. Pada siang hari waktu sinar matahari terik tanaman sekonyong-konyong terkulai seperti disimm air panas, tanaman langsung mati. Cara pengendalian dengan pergiliran tanaman.
2) Penyakit Bercak Daun Penyakit Bercak daun disebabkan oleh cendawan Cercospora personata. Bercak yang ditimbulkan pada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah bawah daun hitam. Ditengah bercak daun kadang-kadang terdapat bintik hitam dari Conidiospora. Cendawan ini timbul pada tanaman umur 40 -50 hari hingga 70 hari. Cendawan ini dapat dikendalikan dengan Anthmcol atau Daconil.
3) Penyakit Selerotium. Penyakit ini disebabkan oleh Selerotium rolfsii, merusak tanaman pada waktu cuaca lembab. Cendawan menyerang pada pangkal batang, bagian dari tanaman yang lunak, menimbulkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserang akan layu dan mati.

Pengendalian : dengan memperbaiki pengairan, agar air pengairan dapat mengalir.

4) Penyakit Karat. Penyakit ini disebabkan oleh Uromyces arachidae, menyerang tanaman yang masih muda menyebabkan daun berbintik-bintik coklat daun menjadi mongering. Pengendaliannya dengan menanam varitas yang tahan.
5) Hama Empoasca. Hama yang penting bagi tanaman kacang tanah adalah hama Empoasca. Hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan Azodrin, Karphos atau lnsektisida yang tersedia.

Perlunya Manajemen Ekspedisi

Siapa sih yang tidak senang berkegiatan di alam bebas? Saya yakin kebanyakan orang menyenanginya. Tetapi setiap orang pasti punya kendala untuk melakukan kegiatan alam bebas karena tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan alam bebas apapun bentuknya merupakan kegiatan petualangan yang menantang dan penuh resiko. Para penggiatnya dituntut untuk harus dapat menguasai medan yang akan ditempuh melalui penguasaan skill, mental dan fisik yang mantap serta kerja sama tim yang kuat. Karena kegiatan ini melibatkan orang lain yang tergabung dalam sebuah tim.

 Begitu kompleksnya kegiatan ini maka sangat diperlukan pengelolaan yang baik sebelum penggiat menjalankannya. Pengelolaan ini tidak hanya dilakukan saat di lapangan saja, tetapi juga jauh sebelum kegiatan di lapangan dimulai. Keberhasilan kegiatan di alam bebas ditentukan oleh kekompakan tim itu sendiri yang telah menunjang manajemen ekspedisi dengan baik.

Manajemen merupakan ilmu yang harus dimiliki oleh siapa pun. manajemen pada era sekarang tidak terpaku hanya untuk urusan perkantoran saja, tetapi telah merambah ke semua lini kehidupan.
manajemen telah menjadi kurikulum setiap kampus dan setiap jurusan di bangku perkuliahan dengan harapan mahasiswa akan mampu mengatur sistem menjadi baik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Secara umum dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan atau pekerjaan yang bersifat ilmiah untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dilakukan secara terkoordinasi mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan sampai pada pasca pelaksanaan.

 Ada beberapa rumusan yang biasa diterapkan sebelum merencanakan suatu perjalanan alam bebas yaitu 4w + 1h yang kepanjangannya adalah where, who, why, when dan how. Berikut ini adalah aplikasi dari rumusan tersebut :

  1. Where (dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam kita harus mengetahui dimana tempat yang akan sepakati untuk kita gunakan pada kegiatan ekspedisi, diusahakan tempat atau lokasi yang akan kita tuju menarik banyak anggota untuk ikut serta berperan didalamnya, karena dengan suasana baru akan menambah semangat penggiatnya untuk mengikutinya
  2. Who (siapa), artinya disini menanyakan tentang sasaran sumber daya manusia yang berkaitan dengan lokasi, muatan dan tujuan dari ekspedisi itu tadi
  3. Why (mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya bisa bermacam-macam, ini mengangkat tentang alasan adanya ekspedisi
  4. When (kapan) ini menyangkut permasalahan waktu, kepastian tanggal, berapa lamanya kegiatan, karena berkaitan erat dengan rencana operasi perjalanannya nanti, diusahakan tidak terlalu banyak makan waktu dan
  5. Menyesuaikan dengan tujuan, yang jelas target tercapai dengan maksimal
  6. Untuk how [bagaimana] merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif :
    a. Bagaimana kondisi lokasi ?
    b. Bagaimana cuaca disana ?
    c. Bagaimana perizinannya ?
    d. Bagaimana mendapatkan air?
    e. Bagaimana pengaturan tugas panitia?
    f. Bagaimana acara akan berlangsung ?
    g. Bagaimana materi yang disampaikan?
    h. Dan masih banyak lagi hal lain dari “Bagaimana”

Dalam melaksanakan kegiatan ekspedisi atau perjalanan panjang juga dibutuhkan manajemen yang baik dengan harapan waktu dan dana bisa dikontrol sedemikian rupa sehingga target bisa dicapai dengan biaya yang optimal. misalnya dalam melakukan perjalanan di alam bebas seperti menelusuri hutan. dengan manajemen yang baik beban yang akan dipikul akan lebih sedikit namun kegiatan di dalam juga safety.

sifat-sifat asam basa

Sifat Basa

Istilah basa berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Suatu senyawa dikelompokan menjadi basa jika zat tersebut dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH).
Zat yang bersifat basa antara lain: Natrium Hidroksida (NaOH), Kalium Hidroksida (KOH), pasta gigi dan sabun.
Secara umum senyawa basa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mempunyai rasa pahit
2. Terasa licin jika terkena air, misalnya sabun
3. Dapat menghantarkan arus listrik (konduktor)
4. Jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH)
5. Bersifat kaustik artinya dapat merusak kulit
6. Dapat merubah warna indikator kertas lakmus merah menjadi biru
7. Memiliki pH lebih dari 7. Semakin besar nilah pH suatu zat maka semakin kuat derajat kebasaanya.

Sifat Asam

 

Istilah asam berasal dari bahasa latin yaitu acetum yang berarti cuka. Pengertian asam menurut Arhenius adalah zat yang menghasilkan ion H+ didalam air. Jadi asam dapat diartikan sebagai senyawa yang menghasilkan ion hydrogen (H+) ketika dilarutkan ke dalam air.
Zat yang bersifat asam antara lain : asam khlorida (HCI), air aki (asam sulfat) dan pembersih porselin. Secara umum senyawa asam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mempunyai rasa asam
2. Dapat merubah warna indikator misalnya kertas lamus biru menjadi merah
3. Bersifat korosif terhadap logam
4. Dapat menghantarkan listrik (konduktor)
5. Jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hydrogen (H+)
6. Memiliki nilai pH (derajat keasaman) kurang dari 7. Semakin kecil nilai pH suatu zat maka semakin kuat sifat keasamannya.

Zat yang bersifat asam basa banyak terdapat dalam kehidupan sehari hari Asam sitrat, vitamin C tidak lain dari asam askorbat, asam asetat, yaitu cuka, asam karbonat dapat memberikan rasa segar dalam minuman ringan, asam sulfat untuk Akumulator.

 Contoh basa  : Amoniak untuk pelarut desinfektan. Soda api (natrium hidroksida) untuk membersihkan saluran bak cuci, alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida untuk obat nyeri lambung.

 

Asam dan Basa memiliki sifat – sifat yang berbeda, asam suatu zat yang rasanya asam, korosif (bersifat merusak) dan dapat merubah warna kertas lakmus biru menjadi merah, sedangkan basa memiliki rasa pahit, licin (kaustik) dan dapat merubah kertas lakmus merah menjadi biru. untuk mengetahui suatu larutan asam atau basa digunakan kertas lakmus (indikator).

 

 

pengertian Ph meter

PH Meter

pH adalah tingkat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga di sebut sebagai alkaline) dengan nilai pH 7 – 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7.
Di dalam air minum PH meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman dan kebasa-an.
Keasaman dalam larutan itu dinyatakan sebagai kadar ion hidrogen disingkat dengan [H+], atau sebagai pH yang artinya –log [H+]. Dengan kata lain pH merupakan ukuran kekuatan suatu asam. pH suatu larutan dapat ditera dengan beberapa cara antara lain dengan jalan menitrasi larutan dengan asam dengan indikator atau yang lebih teliti lagi dengan pH meter. Pengukur PH tingkat asam dan basa air minum ini bekerja secara digital, PH air disebut asam bila kurang dari 7,
PH air disebut basa (alkaline) bila lebih dari 7 dan
PH air disebut netral bila ph sama dengan 7. PH air minum ideal menurut standar Departemen Kesehatan RI adalah berkisar antara 6,5 sampai 8,5
Cara kerja alat ini adalah dengan cara mencelupkan kedalam air yang akan diukur (kira-kira kedalaman 5cm) dan secara otomatis alat bekerja mengukur.
Pada saat pertama dicelupkan angka yang ditunjukkan oleh display masih berubah-ubah, tunggulah kira-kira 2 sampai 3 menit sampai angka digital stabil

Selain untuk mengukur ph air maka ph meter ini dapat digunakan untuk mengukur ph tanah dengan terlebih dahulu mencampurkan tanah yang akan diukur dengan sejumlah air. Komposisi campuran air dan tanah mengikuti aturan yang berlaku yaitu dengan nisbah 1:1 atau 1:2,5 atau 1:5. Tipe keasaman aktif atau keasaman actual disebabkan oleh adanya Ion H+ dalam larutan tanah. Keasaman ini ditulis dengan pH (H2O). Sebagai contoh keasaman (pH) tanah diukur dengan nisbah tanah : air 1 : 2,5 (10 g tanah dilarutkan dengan 25 ml air) dan ditulis dengan pH2,5(H2O). Di beberapa laboratorium, pengukuran pH tanah dilakukan dengan perbandingan tanah dan air 1 : 1 atau 1 : 5. Pengukuran pada nisbah ini agak berbeda dengan pengukuran pH2,5 karena pengaruh pengenceran terhadap konsentrasi ion H. Untuk tujuan tertentu, misalnya pengukuran pH tanah basa, dilakukan terhadap pasta jenuh air. Hasil pengukuran selalu lebih rendah daripada pH2,5 karena lebih kental dan konsentrasi ion H+ lebih tinggi. Di bidang pertanian tanah yang ideal adalah PH mendekati 7 sehingga unsur hara dan senyawa yang penting dapat diserap oleh tanaman. Jika PH tanah terlalu asam yaitu dibawah nilai 7 maka perlu diperbaiki dengan menambahkan kapur (CaCO3) pada tanah tersebut sehingga PH-nya mendekati netral. Caranya pada awal musim kemarau kita gemburkan tanah menggunakan cangkul, taburkan kapur giling atau kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Campur kapur tersebut dengan tanah yang akan kita netralkan dengan dosis ½ kg tiap m2, biarkan selama kurang lebih 1 bulan (pengapuran diusahakan agar tidak terkena hujan). Setelah 1 bulan atau lebih, kita ukur kembali pH tanah tersebut hingga mendapat pH 7. Setelah kita dapatkan pH 7 biarkan 2 minggu , kalau akan di Tanami kita harus menyiramnya paling tidak 5 kali apabila akan kita lakukan pemupukan untuk dilakukan penanaman(sebaiknya menggunakan pupuk kandang).
Jika tanah bersifat basa caranya sama dengan jenis tahah yang Asam, tetapi tidak menggunakan kapur, melainkan menggunakan belerang dan lakukan cara yang sama apa bila akan dilakukan pemupukan. Penggunaan PH meter dapat lebih komplek lagi untuk pengukuran PH tepung, PH Urine, maupun PH Karbon aktif dan lain-lain.

Jika pemakaian sudah mencapai beberapa lama misalnya 3 tahun, maka pengukuran PH terkadang bisa menjadi tidak akurat lagi, untuk itu diperlukan proses kalibrasi. PH meter dapat dikalibrasi menggunakan larutan standar misalnya Solusi PH7, PH10 atau PH14. Pada saat pertama kali Anda terima alat ini maka kondisi PH meter adalah telah siap untuk digunakan pengukuran. Hal ini dikarenakan telah dikalibrasi oleh pihak pabrik dengan hasil kalibrasi dilampirkan dalam kotak dus.

Larangan penggunaan :
PH Meter ini tidak boleh digunakan untuk mengukur cairan sebagai berikut :
1. Air panas dengan suhu melebihi suhu kamar karena pengukuran menjadi tidak presisi
2. Air Es / air dingin dengan suhu dibawah suhu kamar karena pengukuran menjadi tidak presisi
3. Jenis air atau cairan lainnya yang tidak masuk dalam range pengukuran dari spesifikasi alat ini

Pengidentifikasian Senyawa Asam dan Basa
Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius beserta sifat-sifatnya, suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+. Adapun suatu senyawa yang bersifat basa dalam air jika ada ion OH-. pH adalah kepanjangan dari pangkat hidrogen atau power of hydrogen. pH larutan menyatakan konsentrasi ion H+ dalam larutan. Suatu zat asam yang di masukkan ke dalam air akan mengakibatkan bertambahnya ion hidrogen (H+) dalam air dan berkurangnya ion hidroksida (OH-). Sedangkan pada basa, akan terjadi sebaliknya. Zat basa yang dimasukkan ke dalam air akan mengakibatkan bertambahnya ion hidroksida (OH-) dan berkurangnya ion hidrogen (H+). Jumlah ion H+ dan OH- di dalam air dapat di gunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan suatu zat. Semakin asam suatu zat, semakin banyak ion H+ dan semakin sedikit jumlah ion OH- di dalam air. Sebaliknya semakin basa suatu zat, semakin sedikit jumlah ion H+ dan semakin banyak ion OH- di dalam air.Lantas tahukah Anda bagaimana cara mengetahui adanya H+ atau OH- dalam larutan? Untuk mengetahui apakah suatu larutan mengandung ion H+ atau ion OH-, Anda dapat mengujinya dengan cara yang paling sederhana yang biasa dilakukan di laboratorium, yaitu dengan menggunakan PH meter dan kertas lakmus. Jangan sampai Anda mencicipi larutan tersebut karena hal itu sangat berbahaya.

Ciri-Ciri umum larutan asam yaitu : Terasa masam, Bersifat korosif, Dapat memerahkan kertas lakmus biru, Larutan dalam air dapat mengantarkan arus listrik, Menyebabkan perkaratan logam (korosif).
Contoh larutan Asam : Air jeruk, Hidrogen Klorida/Asam Klorida (HCL), Tembaga(II) Sulfat (CuSO4), Alumunium Sulfat (AlSO4) dll
Ciri-ciri umum larutan basa yaitu : Rasanya pahit, Bersifat licin, Dapat membirukan kertas lakmus merah, Larutan dalam air dapat mengantarkan listrik, Jika mengenai kulit, maka kulit akan melepuh (kaustik)
Cantoh larutan basa : Air Sabun, Amoniak (NH3), Soda Api/Natrium Hidroksida (NaOH),Natrium Karbonat (Na2CO3),
Contoh larutan netral: Alkohol/Ethanol, garam (Natrium Klorida=NaCl), Amonium Klorida, Air abu (air alkali = iye water = garam alkali)

Kita mengenal bahwa asam terbagi menjadi dua yaitu asam lemah dan asam kuat, demikian juga basa, ada basa kuat dan basa lemah. Kekuatan asam atau basa tergantung dari bagaimana suatu senyawa diuraikan dalam pembentukan ion-ion jika senyawa tersebut dalam air. Asam atau basa juga bersifat elektrolit, daya hantar larutan elektrolit bergantung pada konsentrasi ion-ion dalam larutan. Elektrolit kuat jika dapat terionisasi secara sempurna sehingga konsentrasi ion relatif besar, elektrolit lemah jika hanya sebagian kecil saja yang dapat terionisasi, sehingga konsentrasi ion relatif sedikit. Untuk mengetahui suatu larutan termasuk elektrolit atau bukan dapat menggunakan alat penguji elektrolit atau juga dapat menggunakan alat pH meter, dan indikator universal untuk mengetahui pH suatu larutan secara langsung sehingga dapat diketahui apakah larutan tersebut termasuk asam, basa atau garam. Nilai pH ditunjukkan dengan skala, secara sistematis dengan nomor 0-14.

Selain menggunakan PH meter pendeteksian larutan asam basa dapat dilakukan menggunakan kertas lakmus dengan cara yang sangat sederhana sebagai berikut:
Warna kertas lakmus dalam larutan asam, larutan basa, dan larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut sebagai berikut.
1.Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru dan dalam larutan netral berwarna merah.
2.Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru dan dalam larutan netral berwarna biru.
3.Metil merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna kuning dan dalam larutan netral berwarna kuning.
4.Metil Jingga dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna kuning dan dalam larutan netral berwarna kuning.
5.Fenolftalin dalam larutan asam berwarna – dan dalam larutan basa berwarna merah dan dalam larutan netral berwarna.
Pembelian kertas lakmus dapat membeli via keranjang belanja purewatercare.com dengan meng-klik link berikut: Kertas Lakmus