syarat -syarat pidato yang baik

Tugas bahasa indonesia ke 8

Syarat-syarat pidato yang baik dan benar

Pidato adalah kegiatan berbicara satu arah di depan umum untuk menyampaikan pikiran atau gagasan atau gambaran kepada pendengar yang disampaikan dalam situasi formal ataupun non formal melalui rangkaian kata yang tersusun sistematis dengan bahasa lisan sebagai media utama yang bertujuan memberi pamahaman atau informasi dengan rasa percaya diri untuk mempengaruhi pendengar agar mengikuti ajakan pembicara secara sukarela.

Ciri-ciri  Pidato yang Baik
Ada sembilan hal yang mencirikan suatu pidato yang baik yakni, saklik, jelas, hidup, memiliki tujuan yang jelas,bergaya klimaks, dibatasi, mengejutkan, memiliki pengulangan dan mengandung humor.
1.Pidato yang Saklik
Pidato itu saklik apabila memiliki objektivitas dan unsur-unsur yang mengandung kebenaran. Saklik juga berarti bahwa ada hubungan yang serasi antara isi pidato dan formulasinya, sehingga indah kedengarannya, tetapi bukan berarti dihiasi dengan gaya bahasa yang berlebih-lebihan. Akhirnya saklik juga berarti ada hubungan yang jelas antara pembeberan masalah dengan fakta dan pendapat atau penilaian pribadi.
2.Pidato yang Jelas
Ketentuan sejak zaman kuno menyatakan bahwa pembicaraan harus mengungkapkan pikirannya sedemikian rupa, sehingga tidak hanya sedapat mungkin isinya dapat dimengerti. Oleh karena itu pembicara harus memilih ungkapan dan susunan kalimat yang tepat dan jelas untuk menghindari salah pengertian.
3.Pidato yang Hidup
Sebuah pidato yang baik harus hidup. Untuk menghidupkan pidato dapat dipergunakan gambar, cerita pendek atau kejadian-kejadian. Yang relevan sehingga memancing perhatian pendengar. Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawali dengan ilustrasi, sesudah itu ditampilkan pengertian-pengertian abstrak atau definisi.
4.Pidato yang Memiliki Tujuan
Setiap pidato harus memiliki tujuan, yaitu apa yang mau dicapai. Tujuan ini harus dirumuskan dala satu dua pikiran pokok. Dalam membawakan pidato, tujuan ini hendaknya sering diulang dalam rumusan yang berbeda, supaya pendengar tidak kehilangan benang merah selama mendengarkan pidato. Kalimat-kalimat yang merupakan tujuan dan kalimat pada bagian penutup pidato harus dirumuskan secara singkat, jelas tapi padat. Dalam satu pidato tidak boleh disodorkan terlalu banyak tujuan dan pikiran pokok; lebih baik disodorkan satu pikiran dan tujuan yang jelas sehingga mudah diingat, daripada sepuluh pikiran yang  tidak jelas sehingga mudah dilupakan.
5.Pidato yang Memiliki Klimaks
Suatu pidato yang hanya membeberkan kejadian demi kejadian atau kenyataan demi kenyataan, akan sangat membosankan. Oleh karena itu sebaiknya kenyataan atau kejadian-kejadian itu dikemukakan dalam gaya bahasa klimaks. Berusahalah menciptakan titik-titik puncak dalam pidato untuk memperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar. Selama masa persiapan, titik-titik puncak harus dirumuskan sebaik dan sejelas mungkin.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa klimaks itu harus muncul secara organis dari dalam pidato itu sendiri dan bukan karena mengaharapkan tepukan tangan yang riuh dari para pendengar. Klimaks yang dirumuskan dan ditampilkan secara tepat akan memberikan  bobot kepada pidato. Usahakan supaya ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar diciptakan di antara pembukaan dan penutup pidato.
6.Pidato yang Memiliki Pengulangan
Pengulangan atau redundans itu penting,karena dapat memperkuat isi pidato dan memperjelas pengertian pendengar. Pengulangan itu juga menyebabkan pokok-pokok pidato itu segera dilupakan. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara baik akan memberi efek  yang besar dalam ingatan para pendengar. Tetapi perlu diperhatikan bahwa yang dimaksudkan terutama adalah pengulangan isi pesan dan bukan rumusan. Ini berarti isi dan arti tetap sama, akan tetapi dirumuskan dengan mempergunakan bahasa yang berbeda. Masalahnya tetap sama, hanya diberi  pakaian yang baru dan menarik.
7.Pidato yang Berisi Hal-hal yang Mengejutkan
Sesuatu itu mengejutkan karena itu mungkin belum pernah ada dan terjadi sebelumnya atau karena meskipun masalahnya biasa dan terkenal, tetapi ditempatkan di dalam konteks atau relasi yang baru dan menarik. Memunculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan yang baru dan menarik antara kenyataan-kenyataan yang dalam situasi biasa tidak dapat dilihat.Hal-hal yang mengejutkan itu dapat menimbulkan ketegangan yang menarik dan rasa ingin tahu yang besar, tetapi tidak dimaksudkan sebagai sensasi.
8.Pidato yang Dibatasi
Orang tidak boleh membeberkan segala soal atau masalah dalam satu pidato.Oleh karena itu pidato harus dibatasi pada satu atau dua soal yang tertentu saja. Pidato yang isinya terlalu luas akan menjadi dangkal.
9.Pidato yang Mengandung Humor
Humor dalam pidato itu perlu, hanya saja tidak boleh terlalu banyak, sehingga memberi kesan bahwa pembicaraan tidak bersungguh-sungguh. Humor itu dapat menghidupkan pidato dan memberi kesan yang tak terlupakan pada para pendengar. Humor dapat juga menyegarkan pikiran pendengar, sehingga mencurahkan perhatian yang lebih besar kepada pidato selanjutnya.
Syarat pidato yang baik  meliputi :
• Adanya pokok masalah (isi) yang akan diuraikan yang harus dikuasai.
• Memiliki kecakapan untuk menyampaikan isi tersebut
• Uraian mengandung pengetahuan
• Ada tujuan yang ingin dicapai
• Antara si pembaca, topik, dan pendengar terjalin hubungan yang harmonis.

Inilah lima poin yang dapat membantu memudahkan anda menyusun sebuah pidato yang berkualitas.

Sedangkan syarat-syarat berpidato yang baik adalah sebagai berikut  :

1. Berbusana yang sopan dengan melihat situasi, macam latar belakang pendengarnya, acara yang akan disuguhkan panitia.

2. Pergunakan bahasa yang sopan dan komunikatif sesuai dengan tingkat bahasa pendengarnya. Pergunakan bahsa baku jika berpidao dalam forum resmi, misalnya : seminar, rapat, sidang dsb.

3. Materi pidato harus sesuai dengan yang diinginkan pndengar. Jangan menggunakan materi yang justru bertentangan dengan kemauan, adat, norma, agama atau tatanan yang dianut oleh masyarakat pendengar.

4. Penampilan harus dengan rasa percaya diri, tidak minder rendah diri, takut, bingung atau grogi. Jangan memfonis pendengar dengan memaksakan pendapat atau kehendak.

 

KOMENTAR UNTUK YANG TAMPIL BERPIDATO

 

 

1. M. Nur Fitriyanto

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Yanto sesui dengan kerangka karangan namun belum memenuhi syarat pidato yang baik karena pidato yang  di sampaikan cenderung monoton dan kurang  menarik perhatian karena tidak ada humor ataupun interaksi  juga kurang, pembawaanya cukup, materi yang diberikan bagus dan meyakinkan, suaranya lantang,dan menggunakan bahasa yang sopan, EYD yang baik.

2. Rahman Mulyadi

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Rahman, sesuai dengan kerangka pidato, penampilannya bagus, cara penyampaian santai, dan menguasai suasana,terlihat percaya diri, menggunakan bahasa yang sopan dan EYD yang baik , percaya diri.

3. Andreas Damanik.

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Andreas bagus, menguasai materi, penampilan menarik, materi yang disampaikan bagus, sesuai dengan kerangka pidato, intonasi yang digunakan tepat, selain itu menggunakan EYD yang baik dan bahasa yang sopan sehingga mudah di mengerti.

 

4. Zulpa Khoriyah

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Zulpa bagus, materinya bagus, sesuai dengan kerangka pidato, suaranya pas, penampilan menarik menggunakan bahasa yang sopan dan EYD yang baik, sangat menguasai materi,,dan ada sedikit humor  dan percaya diri tidak grogi.

5. Agus Supriyanto.

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Agus sesuai dengan kerangka pidato, padat, penjelasannya bagus,namun masih kurang menguasai materi dan terlihat masih banyak membaca. Dan menggunakan EYD yang baik dan  bahasa yang sopan.

6. Joni

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Joni sesuai dengan kerangka pidato, materinya padat, pembawaanya santai, menguasai suasana , menggunakan EYD dengan baik dan bahasa yang sopan, penyampaian pidatonya masih kurang.

7. Yudi Aditya

Komentar  :

Disini saya masih belum bisa berkomentar karena pidato yang di sampaikan oleh yudi belum selesai yang di sampaikan karena terlihat bahwa yudi masih belum menguasai materi dan masih banyak membaca sehingga tidak dapat fokus dan sulit untuk menangkap materi yang di sampaikan.Dalam pembaanya santai dan dengan bahasa yang sopan namun kurang semangat.

8. Titus nova halhandaka

Komentar  :

Pidato yang di bawakan oleh titus memenuhi syarat kerangka pidato yang baik,cara penyampaian sopan ,menggunakan bahasa sesuai dengan EYD terlihat  grogi sehingga sedikit mengganggu.

9. Septi Mustika.

Komentar :

Pidato yang dibawakan oleh Septi  sesuai dengan kerangka pidato dan sebenarnya materi yang di berikan bagus namun materi yang di sampaikan terlalu panjang humor tidak menarik perhatian sehingga kurang mendapatkan perhatian,terlihat grogi dalam penyampaian pidato .Dalam penyampaian pidato ini menggunakan bahasa yang sopan dan sesui EYD.

 

 

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: